Imam Samudra Peringatkan Malapetaka Bagi Australia

Imam Samudra Peringatkan Malapetaka Bagi Australia

- detikNews
Senin, 17 Des 2007 03:00 WIB
Cilacap - 3 Terpidana mati bom Bali, Muklas, Imam Samudra, dan Amrozi, menghitung hari berapa lama lagi mereka bisa hidup. Dalam sisa umurnya itu, Imam Samudra memperingatkan malapetaka yang kemungkinan besar melanda Australia.

"Tak lama lagi Australia akan runtuh. Dunia ini akan runtuh, orang-orang juga akan runtuh, dan malapetaka dalam Armageddon," ujar Imam Samudra dalam bahasa Inggris usai ditemui amir Majelis Mujahidin

Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir di LP Nusakambangan Cilacap. Demikian dilansir dari news.com.au pada Senin (17/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khususnya untuk Australia. Beritahu menterimu, jika kafir maka kau akan ke neraka. Lihat Amerika. Sekarang kondisinya lebih buruk daripada Rusia," imbuh Imam.

Sedangkan Ba'asyir sebelum melakukan kunjungan memperingatkan adanya bencana besar bagi Indonesia jika 3 terpidana mati itu dieksekusi. Meskipun diakuinya, metode yang dilakukan para terpidana untuk membela Islam salah.

"Benar, mereka harus membela Islam, tapi caranya salah. Itu makanya, mereka sekarang puasa untuk membayar nyawa orang-orang tak berdosa yang turut menjadi korban," ujarnya.

Ba'asyir juga menyampaikan khotbahnya kepada mereka. Dia meminta pada para terpidana agar tetap sabar menghadapi ujian tersebut. "Yakinkan diri bahwa kalian adalah mujahidin. Seorang mujahidin tidak akan lemah, sedih, apalagi menunjukkan duka cita. Harus tabah," kata pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah tersebut. (nvt/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads