Program Kolaborasi Ekonomi Sirkular Kelola Sampah di Sekolah (KOLASE) memperluas cakupan pelaksanaannya hingga 120 sekolah di Kota Cilegon. Program kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), dan Yayasan Bakti Barito ini merupakan hasil replikasi dari pelaksanaan KOLASE yang telah dijalankan sejak 2023 di 20 sekolah.
Program ini mendorong pelajar dan guru untuk memulai pengelolaan sampah dari sumber melalui praktik pemilahan, sekaligus memperkuat keterhubungan antara sekolah dan bank sampah agar sampah yang dipilah dapat dikumpulkan dan dikelola lebih lanjut.
Dalam penerapannya, program ini juga didukung dengan fasilitas drop box sampah terpilah dan alat pres sampah untuk membantu proses pemilahan dan pengumpulan sampah di lingkungan sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengungkapkan persoalan sampah merupakan tantangan pembangunan yang harus kita hadapi bersama. Kota Cilegon menilai adanya urgensi untuk mengubah cara pandang terhadap sampah dengan mengelolanya sejak dari sumber, melalui pemilahan, pemanfaatan kembali, hingga pengoptimalan nilai ekonominya.
"Kota Cilegon terus mendorong upaya pengelolaan sampah sekaligus membangun kebiasaan dan budaya baru dalam memperlakukan sampah. Sekolah menjadi tempat yang tepat untuk memulai perubahan tersebut karena merupakan ruang untuk membentuk karakter dan kebiasaan sejak dini." ungkap Robinsar dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Sementara itu, Direktur Legal, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group, Edi Rivai, menjelaskan sebagai pelaku industri di Kota Cilegon, Chandra Asri Group melihat pentingnya kolaborasi yang mendorong praktik pengelolaan sampah mulai dari sumbernya.
"Melalui KOLASE kami mendukung sekolah untuk membangun praktik pemilahan sekaligus memperkuat keterhubungan dengan bank sampah, sehingga sampah yang telah dipilah dapat dikelola secara lebih baik dan memiliki peluang untuk kembali memberikan nilai," ucap Edi.
Edi menambahkan dengan melibatkan 120 sekolah, KOLASE memiliki potensi untuk memperluas praktik pemilahan sampah kepada lebih banyak warga sekolah, memberikan manfaat ekonomi dengan pelibatan 11 mitra bank sampah, sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di TPA.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama, memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di Kota Cilegon. Sebagai Mitra Pertumbuhan, Chandra Asri Group akan terus mendorong kolaborasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," tutur Edi.
Sejalan dalam upaya tersebut, Chandra Asri Group dan Yayasan Bakti Barito turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KOLASE yang diinisiasi oleh DLH Kota Cilegon. Dukungan meliputi penyediaan fasilitas penunjang pengelolaan sampah di sekolah yang diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan sampah sekaligus membuka nilai ekonomi bagi sekolah dan peserta didik.
Di sisi lain, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, mengatakan sekolah merupakan tempat untuk membangun kebiasaan dan karakter generasi muda. Melalui KOLASE, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar mengenai pentingnya memilah sampah, tetapi menjadi ruang untuk mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung dan melihat manfaatnya.
"Pembelajaran yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang dibawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Sejalan dengan komitmen Yayasan Bakti Barito dalam mendukung pendidikan dan lingkungan, kami mendukung KOLASE melalui program Green Guardians sebagai langkah nyata untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik ekonomi sirkular dan memperkenalkan potensi nilai ekonomi dari pengelolaan sampah," kata Dian.
KOLASE diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis sekolah di Kota Cilegon. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri, mengungkapkan 120 sekolah yang kini terlibat dalam program KOLASE merupakan sekolah-sekolah yang telah menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
"Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon sebelumnya melakukan pendekatan kepada sekolah-sekolah yang ingin mengambil bagian dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Ke depan, KOLASE akan terus terbuka bagi sekolah-sekolah lain yang memiliki komitmen dan berminat untuk terlibat, sehingga semakin banyak sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengelola sampah di Kota Cilegon," ungkap Sabri.
Perluasan program ini memperkuat peran sekolah sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah di tingkat kota. Melalui KOLASE, pelajar, guru dan warga sekolah terlibat dalam pemilahan sampah dari sumber, sementara bank sampah berperan dalam pengumpulan dan pengelolaan material yang telah dipilah untuk masuk ke rantai pemanfaatan.
Perluasan KOLASE menjadi langkah bersama untuk memperkuat peran sekolah dalam pengelolaan sampah sekaligus memperluas praktik pemilahan dari sumber.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, bank sampah, dan berbagai pihak lainnya, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah, memperluas praktik ekonomi sirkular, dan mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Cilegon.
Sejak pelaksanaanya pada 2023, KOLASE terus dikembangkan untuk memperluas keterlibatan sekolah dalam pengelolaan sampah. Pada 2025, program ini telah dilaksanakan di 20 sekolah dan berhasil mengelola 35 ton sampah bersama mitra bank sampah.
Capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi perluasan KOLASE ke ke lebih banyak sekolah di Kota Cilegon, sekaligus menunjukkan potensi sekolah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber.
Ke depan, keberlanjutan KOLASE diharapkan dapat terus didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga semakin banyak sekolah dan pemangku kepentingan dapat mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem pengelolaan sampah di Kota Cilegon.
(anl/ega)









































