Angka Penderita AIDS di Jabar Ditekan dengan Metadon

Angka Penderita AIDS di Jabar Ditekan dengan Metadon

- detikNews
Senin, 17 Des 2007 01:45 WIB
Bandung - Kasus HIV/AIDS di Jawa Barat cukup tinggi. Sebab, tidak ada satupun dari 25 kabupaten/ kota di Jabar yang terbebas dari kasus tersebut. Untuk menekan angka itu, terapi rumatan metadon adalah salah satu langkah yang ditempuh.

Terkait tingginya angka pengidap HIV/AIDS, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar Nu’man Abdul Hakim berharap, mereka yang merasa perilakunya berisiko tinggi terpapar HIV agar mau memeriksakan status dirinya secara sukarela.

"Hal ini perlu terus didorong agar kita semakin mengetahui dengan jelas berapa orang yang terinfeksi HIV. Sehingga kebijakan dalam penanggulangan HIV/AIDS bisa lebih baik lagi. Untuk itu, sudah saatnya semua pihak menerima status HIV seseorang, tidak lagi mengucilkan dan mendiskriminasikannya," ungkap Numan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan dia dalam Dialog Interaktif Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia Tingkat Jabar di parkir barat halaman Gedung Sate, Bandung, Minggu (16/12/2007) seperti dalam keterangan tertulis KPA yang dikirimkan kepada detikcom.

Data kumulatif Dinas Kesehatan Jabar  per September 2007 menunjukkan, kasus HIV/AIDS di Jabar mencapai 3.019 kasus (1.484 AIDS, dan 1.535 HIV Positif). Dari data ini sekitar 57 persennya terjadi pada kalangan usia produktif, 20 – 29 tahun. Faktor penularan terbesar, hingga 66 % juga masih terjadi akibat pertukaran jarum suntik yang tidak steril di kalangan pengguna napza suntik.  

Dalam menanggulangi epidemi ganda HIV dan narkoba, KPA Jabar di antaranya menempuh program terapi rumatan metadon. Sebelum terbebas dari kecanduannya, seorang pengguna napza mendapat terapi agar mengganti kebiasaannya dalam menggunakan jarum suntik dengan cara meminum metadon. Dengan demikian, faktor risiko penularan HIV dari penggunaan jarum suntik  bergantian dapat dikurangi.

Metadon adalah opiat (narkotik) sintetis yang kuat seperti heroin (putaw) atau morfin, tetapi tidak menimbulkan efek sedatif yang kuat. Karena diminum, penggunaan metadon mengurangi penggunaan jarum suntik bergantian.

Nu’man mengatakan, pihaknya akan mendukung upaya perluasan layanan metadon di Jabar. Sejauh ini, KPA Jabar berencana memperluas layanan metadon di 5 kabupaten/ kota, yaitu di Cirebon (RSUD Gunung Jati), Sukabumi (RSUD dr Syamsudin), Tasikmalaya (RSUD Tasikmalaya), Bekasi (RSUD Bekasi), dan Bogor (Puskesmas Bogor Timur).

Nu’man yang juga Wakil Gubernur Jabar kembali mengungkapkan rencana pendirian AIDS Centre di Jabar. Menurut dia, AIDS Centre itu akan menjadi pusat berbagai kegiatan menyangkut pencegahan dan penanggulangan AIDS. Selain menyediakan informasi seluas mungkin, AIDS Centre juga akan menjadi semacam pusat pelatihan tentang HIV/AIDS. (nvt/nvt)


Berita Terkait