Berbicara di Medan, Minggu (16/2/2007), Menhub Jusman Syafii Djamal menyatakan, pihaknya prihatin dengan pembangunan gedung-gedung tinggi tersebut. Yang dimaksud dia adalah bangunan Hotel JW Marriott di Jalan Putri Hijau Medan, Apartemen Cambridge di Jalan S Parman, dan Royal Condominium di Jalan Palang Merah, yang saat ini pembangunannya terus berlangsung.
Ketiga bangunan itu merupakan bagian dari 8 bangunan dan tower di Medan yang tingginya sudah melebihi 51 meter, sebagaimana yang diatur dalam Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Malahan ada yang tingginya mencapai 91 meter seperti JW Marriott.
Mengutip pernyataan Jusman usai meninjau kondisi bandara Polonia Medan yang terbakar pada 1 Desember lalu, jika pembangunan gedung tinggi tidak dihentikan, maka kriteria bandara tersebut jadi tidak internasional lagi.
Masalahnya, bangunan tinggi yang berada di pusat kota Medan, menyebabkan runway bandara hanya bisa dimaksimalkan pada satu sisi saja yakni runway 05 yang menghadap selatan. Sementara runway 023 yang menghadap utara akan sulit bagi pesawat untuk melakukan manuver. Sebab tinggi bangunan dalam radius 4 kilometer dari runway yang lebih dari 51 meter, tentu mengkhawatirkan.
Padahal, kata Jusman, Bandara Polonia membutuhkan ruang udara yang lebih luas untuk didarati pesawat-pesawat, terutama pesawat berbadan lebar. Makanya jika Pemerintah Kota Medan tetap membiarkan pembangunan gedung tersebut, akan ada pembatasan yang merugikan masyarakat.
"Untuk itu, hentikan pembangunan gedung agar bandara ini lebih aman. Jika ingin membangun gedung tinggi harus jauh dari bandara. Saya kira masalah keselamatan penerbangan jangan dikompromikan," lanjut Jusman.
Senada dengan Menteri Perhubungan, anggota DPR dari FPAN, Nasril Bahar, di tempat terpisah menyatakan, pemerintah kota hendaknya jangan menafikan aspek kesalamatan penerbangan dengan alasan pembangunan Medan sebagai kota metropolitan.
"Kita memahami keinginan pemerintah kota yang ingin pembangunan di wilayahnya tidak terhambat karena keberadaan Bandara Polonia yang berada di pusat kota. Namun hendaknya juga bijaksana mengambil sikap, sebab Bandara Kuala Namu sebagai pengganti bandara Polonia akan selesai dan beroperasi pada akhir tahun 2009. Minimal memberi tenggang waktulah sampai pindah bandara nanti," beber Nasril.
(rul/nvt)











































