Proses pencarian terhadap lima jurnalis dan kru kapal yang hilang di perairan Gunung Anak Krakatau dihentikan pekan lalu. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta operasi pencarian secara penuh kembali dibuka.
"Kita berharap, DPR ya, ada skema walaupun misalkan mereka sudah punya SOP pencarian, itu ada batasan hari ya. Ini tentang kemanusiaan ya. Kita minta Basarnas untuk melakukan pencarian kembali," kata Cucun di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dia berharap semua korban yang hilang di Selat Sunda itu dapat diketemukan. Apalagi jenazah salah satu kru kapal telah ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cucun memahami adanya standard operating procedure (SOP) untuk penghentian pencarian dari Basarnas. Untuk itu, Cucun menyebut DPR akan berkoordinasi dengan Basarnas.
"Walaupun SOP-nya kan sudah sudah berakhir, kita minta juga harapan sama dari DPR untuk melakukan pencarian kembali gitu ya. Ya, kita mau koordinasi dengan Basarnas," sebutnya.
Sebelumnya, delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis serta tiga kru kapal hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Pada Sabtu (12/9), ada penemuan jasad di Enggano.
Jenazah yang ditemukan nelayan di wilayah Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9/2026) itu dipastikan merupakan salah satu korban hilang kontak speedboat Arupadhatu 1, yang dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026).
Hasil pemeriksaan DNA tersebut menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat, sehingga secara medis forensik korban dapat diidentifikasi sebagai Surakman. Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari dan hasil pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada Selasa (22/9).
Lihat juga Video: Kronologi Kapal Angkut 5 Jurnalis hingga Jasad Surakman Ditemukan










































