"Kalau tiap tahun selalu dirayakan dengan hura-hura dan pergaulan bebas ya wajar kalau dicap sebagai malam maksiat," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidan.
Hal itu disampaikan Amidan dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (16/12/2007).
Meski begitu, kata Amidan, MUI tetap tidak dapat melarang orang merayakan tahun baru. "Ya kita imbau supaya tahun baru dijadikan waktu untuk instrospeksi dan evaluasi diri," ujarnya.
Apalagi, lanjutnya, kondisi ekonomi Indonesia juga belum pulih sepenuhnya. "Bukan latah global warming, tapi bagus juga kalau tahun baru dipakai untuk menanam pohon atau kampanye anti narkoba," cetus Amidan. (ken/ana)











































