Kecurigaan polisi pun beralasan. Truk-truk pengangkut timah itu ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen resmi.
Sayang, hanya 4 truk yang bisa ditangkap. 8 truk lainnya berhasil lolos karena jumlah petugas Polda Babel terbatas untuk menangkap 8 truk lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musa mengatakan, kejadian penangkapan tersebut berawal dari Operasi Penyelundupan Satan II yang dilakukan Polda Babel sejak seminggu lalu jelang tahun baru. Polisi mendapat informasi adanya truk-truk pengangkut timah tanpa dokumen resmi.
12 truk itu pun dicurigai ada oknum yang bermain di dalamnya. "Karena sangat berani ada 12 truk yang lewat beriringan di malam hari. Kemungkinan ada oknum yang bermain di dalamnya. Tapi sedang kita periksa," katanya.
Musa juga membantah kalau dalam penangkapan 4 truk tersebut terjadi baku tembak antara Danrem dan Dandim Babel dengan polisi seperti kabar yang beredar.
"Tidak ada benturan di lapangan. Nggak ada tembak-tembakan dengan tentara," tegasnya.
Musa menambahkan, saat ini polisi sedang memeriksa ke empat sopir truk tersebut. Darimana asal timah, kemana akan dibawa dan siapa orang di dalamnya.
"Karena baru ditangkap saya belum tahu hasil pemeriksaan. Kan baru ditangkap tadi pagi," tandasnya. (ziz/ken)











































