Greenpeace: Demi AS, UNCCC Coret Target Turunkan Emisi

Greenpeace: Demi AS, UNCCC Coret Target Turunkan Emisi

- detikNews
Minggu, 16 Des 2007 07:11 WIB
Jakarta - UNCCC gagal menentukan target penurunan emisi. Greenpeace menuding, Bali Road Map telah mengecilkan arti kajian ilmiah demi mengakomodasi Amerika Serikat (AS).

"Mereka menjadikan kajian ilmiah sebagai catatan kecil," ujar Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional Gerd Leipold dengan kecewa dalam pernyataan tertulis ke redaksi detikcom, Minggu (16/12/2007).

Tahun ini, Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yang telah mendapat Nobel Perdamaian, dengan jelas telah menunjukkan dampak dari perubahan iklim. Pekan ini ada berita tentang hilangnya es di Antartika dalam lima atau enam tahun mendatang, sementara para ahli mengatakan bahwa tahun 2007 ini merupakan tahun yang terpanas sepanjang sejarah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Greenpeace meminta negara-negara peserta UNCCC menekan emisi gas rumah kaca. Jerman, misalnya, merupakan contoh negara yang mengumumkan penurunan emisinya hingga 40% pada tahun 2020.

"Pemerintah- pemerintah di dunia harus menentukan nasib mereka sendiri dari bencana yang diciptakan oleh Presiden George W Bush yang punya rencana busuk. Negara-negara industri kini harus menetapkan target-target mereka dalam menekan emisi dan terus maju dalam mencapai batas nasional dan internasional, dan yakin bahwa Pemerintah AS juga akan segera berbuat sama," imbuh Leipold.

"Negara-negara berkembang datang ke Bali dengan usulan jelas. Yang mereka dapatkan hanyalah strategi kotor dari Bush yang menantang semua bahasan terutama yang terkait dengan jutaan umat manusia yang telah menderita akibat perubahan cuaca," tambah Ailun Yang dari Greenpeace Cina.

"Pemerintah Amerika tanpa ragu menyalahkan lemahnya kesepakatan itu kepada negara-negara berkembang, namun dunia mengerti apa yang sebenarnya: Amerika-lah yang berperan di Bali," tuding Ailun.

Para Pihak dalam Protokol Kyoto sepakat dalam beberapa target dari negara-negara industri untuk menekan emisi hingga 25 % - 40 % pada tahun 2020. Hal ini menggambarkan bahwa Bush telah terkucil dari pentingnya penurunan emisi.

Namun Greenpeace menyambut baik perjanjian akhir yang mencantumkan suatu mandat untuk merundingkan tahap berikut yang lebih mantap dari Protokol Kyoto untuk tahun 2009. Mandat ini berisikan pendanaan dan penyaluran teknologi bersih bagi negara-negara berkembang, dan pembiayaan untuk membantu para korban perubahan iklim. Untuk pertama kalinya, UNFCCC akan membahas masalah utama tentang emisi dari pembalakan hutan yang mencapai 20% dari emisi global. (aba/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads