Mereka mengusung bendera berwarna hijau dan putih yang melambangkan 4 provinsi yang 'bandel' itu. Selain itu, para demonstran juga menari dan memainkan berbagai alat musik laiknya festival.
4 Provinsi 'bandel' ini adalah Santa Cruz, Tarija, Beni dan Pando yang merupakan rumah bagi lebih dari sepertiga penduduk negara yang tak memiliki lautan itu. Meski hanya berpenduduk sepertiga dari populasi, 4 provinsi ini merupakan penyumbang dua pertiga total produk domestik bruto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang terbaik untuk Santa Cruz," komentar seorang sopir taksi, Carlos Vargas, yang mengikuti pidato seorang pemimpin lokal Santa Cruz, seperti dilansir AFP, Minggu (16/12/2007).
Para oposan menuduh Morales telah membelah negara menjadi dua berdasarkan sentimen rasial, antara kulit gelap yang merupakan penghuni asli kawasan pegunungan Andes (collas) dan kulit terang yang berada dataran rendah yang disebut sebagai cambas.
Morales sendiri menyebut tuntutan warga di 4 provinsi itu sebagai ilegal. Morales yang merupakan presiden pertama keturunan warga asli menyatakan tentara akan menjamin keutuhan teritorial Bolivia.
"Ini saatnya di mana semua warga Bolivia akan merasakan persatuan dalam negara baru!" tegas Morales di antara belasan ribu massa pendukungnya di plasa La Paz.
"Dengan kata otonomi mereka ingin membelah negara ini, namun kita tidak akan mengizinkan pembagian apapun atas Bolivia," imbuh Morales lebih kencang.
Morales menjanjikan akan meratakan kesejahteraan ekonomi ke mayoritas rakyat Bolivia yang hidup di dataran tinggi. 8,5 Juta penduduk dataran tinggi ini merupakan warga keturunan Indian yang telah berabad-abad hidup dalam kemiskinan.
Sementara kebanyakan warga Santa Cruz yang menentang Morales merupakan keturunan nenek moyang kolonial Spanyol. Kehidupan 1,5 juta warga Santa Cruz ini sangat kontras dengan mayoritas warga di pegunungan. (aba/aba)











































