Penumpang KRL Tembus 1,1 Juta Orang Per Hari

Penumpang KRL Tembus 1,1 Juta Orang Per Hari

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 24 Sep 2026 11:21 WIB
Penumpang KRL Tembus 1,1 Juta Orang Per Hari
Dirut KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan jika KRL Jabodetabek kini dipadati hingga 480 orang per gerbong. (Tsaltsabillah Rahmadhani/detikfoto)
Jakarta -

Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengatakan rata-rata jumlah penumpang KRL Jabodetabek saat ini mencapai 1,1 juta per hari. KAI pun menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut.

Bobby mengatakan ada peningkatan sebesar 11 persen pada 2026 dibandingkan semester I/2025. Hal tersebut disampaikan Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026).

"Rencana pemenuhan kapasitas angkut di Jabodetabek, di mana kalau kita lihat peningkatan dari semester I ke semester I/2026 dibandingkan 2025, itu peningkatannya lebih dari 11 persen sehingga kita harus meningkatkan sarana dan prasarananya," kata Bobby dalam rapat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KAI menyebut di 2026 untuk green line Rangkas Bitung pihaknya mulai memasang 5 gardu traksi dan uprating 9 gardu lainnya. Dengan demikian, lanjutnya, pada 2027 ditargetkan jalur hijau Rangkas Bitung seluruhnya akan dilalui oleh kereta 12 gerbong.

"Prasarana quick win-nya itu adalah tahun 2026 untuk jalur green line yang Rangkas Bitung itu kita mulai memasang 5 gardu traksi di tahun ini dan uprating 9 gardu lainnya sehingga nanti semester 1 2027, jalur green line ini, itu akan bisa dilewati oleh SF12 semua," ujar Bobby.

ADVERTISEMENT
Paparan KAI di DPR RIPaparan KAI di DPR RI (YouTube TV Parlemen)

Ia mengatakan untuk Nambo Line akan diterminasi via Stasiun Citayam. Boby mengatakan rekayasa tersebut mampu menambah 22 slot ke arah Bogor.

"Begitu juga dengan rekayasa di jalur Bogor di mana nanti Nambo Line itu kita akan terminasi via Citayam sehingga itu akan menambah 22 slot yang ke arah Bogor. Nah sehingga ini juga meningkatkan lebih dari 30 persen kapasitas Bogor Line pada saat ini," ujar Bobby.

"Dan tentunya kita juga menambah panjang dari LAA (listrik aliran atas) atau elektrifikasi, itu yang sampai sekarang itu kalau di Bekasi Line itu hanya sampai Cikarang, kita tambahkan di tahun 2027 itu sampai dengan ke arah Cikampek," tambahnya.

Ia mengatakan untuk rute Bogor juga diperpanjang sampai Cigombong. Bobby menekankan persinyalan rute Rangkas Bitung akan ditingkatkan hingga mampu mempersingkat jarak tunggu kereta, dari semula 10-15 menit menjadi 4 hingga 5 menit.

"Dan begitu juga yang ke arah selatan yang sekarang hanya sampai di Bogor itu akan kita tambah sampai dengan Cigombong. Dan yang di arah ke Rangkas itu, kita akan tambah juga akan kita tingkatkan juga persinyalannya sehingga yang sekarang itu 10-15 menit headway-nya itu akan kita persingkat menjadi 4 atau 5 menit headway dari kereta yang tadinya sudah SF12," tambah dia.

Bobby mengatakan Langkah itu disiapkan untuk menyambut 2 juta penumpang per hari. Ia menyebut rata-rata penumpang KRL Jabodetabek saat ini mencapai 1,1 juta penumpang.

"Dengan demikian, kita siapkan prasarana yang ada di Jabodetabek KRL ini menuju 2 juta penumpang per harinya. Pada saat ini itu rata-rata 1,1 juta penumpang per harinya termasuk dengan weekend, dengan puncak penumpang itu 1,3 juta penumpang per hari," imbuhnya.

Tonton juga video "Akhirnya KRL Jakarta Kota-Bogor Kembali Normal"

(dwr/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini