Viral Guru Protes 'Endus' MBG Seperti Anjing Pelacak, Ini Kata BGN

Viral Guru Protes 'Endus' MBG Seperti Anjing Pelacak, Ini Kata BGN

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 24 Sep 2026 11:02 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Jakarta -

Viral sebuah video di media sosial memperlihatkan seorang guru yang mengaku disuruh mencium aroma atau mengendus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum membagikannya ke siswa. Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait hal itu.

Dalam video yang beredar, guru perempuan tersebut tampak memeriksa aroma makanan sambil memegang ompreng MBG. Dia mengaku disuruh mencium aroma makanan tersebut sebelum dibagikan ke murid.

Ia juga sempat memprotes fungsi guru kini berubah menjadi seperti anjing pelacak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cium dulu, diendus-endus dulu katanya, harus (dicium dulu).... Ada yang bilang gitu, coba ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya. Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru, jadi anjing pelacak sekarang," kata guru tersebut sambil mengendus makanan tersebut.

Sementara itu, BGN memberi penjelasan terkait viralnya video tersebut. Menurut Juru Bicara BGN Tysa Novenny, BGN tidak pernah meminta guru mengendus makanan.

ADVERTISEMENT

"Perlu kami sampaikan bahwa Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta para guru untuk mengendus-endus makanan dalam konteks narasi yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan dalam video tadi," kata Tysa.

Menurutnya, BGN pernah menyampaikan sosialisasi terkait panduan implementasi program Makan Bergizi Gratis. BGN menyebut ada dua hal keterlibatan pihak sekolah dalam program MBG, yakni guru sebagai edukator dan melakukan tes organoleptik.

"Apa itu guru berperan sebagai edukator? Yaitu ketika sebelum murid menikmati menu Makan Bergizi Gratis, guru dapat memberikan edukasi mulai dari jangan lupa mencuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum makan, duduk tertib saat makan, dan sekaligus menjelaskan nilai gizi makanan yang dikonsumsi oleh anak," katanya.

Ia menyebut guru dapat menjelaskan kepada anak terkait kandungan gizi yang ada di menu MBG tersebut. Misalnya menu makanan ayam mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.

Selain itu, guru diminta mengecek kualitas makanan melalui pancaindra sebelum membagikan MBG kepada siswa. Adapun pengecekan tersebut dapat dilihat dari warna makanan dan mencium aroma makanan.

"Lalu apa itu kemudian tes organolepik? Tes organolepik adalah tes untuk menilai kualitas makanan melalui pancaindra sebelum diberikan ke siswa penerima manfaat dengan cara melihat warna dan tekstur makanan, mencium aroma makanan, dan mencicipi makanan," katanya.

BGN pun menegaskan tidak ada perintah bagi guru untuk mengendus makanan.

"Jadi tidak ada ya, sekali lagi tidak ada permintaan BGN kepada guru untuk mengendus-endus makanan sebelum disantap oleh siswa," tuturnya.

Tonton juga video "Ratusan Orang Keracunan MBG di Batang, RS Penuh!"

(yld/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini