"Negosiasi harus dicatat dalam pandangan bahwa masalah perubahan iklim tidak bisa hanya dimaksudkan komitmen pengurangan emisi dilakukan negara berkembang saja," kata pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, Sabtu (15/12/2007) waktu setempat, yang kemudian dilansir AFP, Minggu (16/12/2007).
"Kita harus memberikan pengakuan yang cukup mengenai peran yang tepat dan penting bahwa negara-negara berkembang yang mengeluarkan emisi lebih besar harus berperan dalam upaya global mengatasi perubahan iklim," imbuh pernyataan itu lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, Washington pun menyatakan, Bali Road Map itu belum memberikan efek asas persamaan namun sudah membagi tanggung jawab sebagaimana pilar kerangka konvensi perubahan iklim PBB. "Studi empiris mengenai tren emisi di negara berkembang utama sekarang disimpulkan pengurangan emisi di negara maju tidak cukup untuk menghadapi masalah global," kata pernyataan Gedung Putih itu.
Dalam pernyataan itu, AS juga menekankan bahwa negosiasi yang berhasil untuk mengurangi emisi global juga harus mengakomodasi kepentingan nasional negara-negara yang terlibat. (aba/aba)










































