Daratan baru muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, setelah erupsi terjadi beberapa waktu lalu. Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap daratan baru tersebut seluas 32,8 hektare.
"Badan Geologi menghitung penambahan luasan sebesar 32,8 ha," kata Kepala PVMBG, Badan Geologi Kementerian ESDM, SS Rita Susilawati, di laman media sosial Badan Geologi, Kamis (24/9/2026).
Kemunculan daratan baru itu berada di antara Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Selat Sunda. Hal itu juga dikonfirmasi Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau. Sebagai gambaran, daratan seluas 32,8 hektare itu nyaris seluas kompleks Candi Prambanan yang memiliki luas 39,8 hektare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analisis Badan Geologi
Sementara itu, kemunculan daratan baru merupakan hasil endapan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Badan Geologi memaparkan hasil evaluasi berdasarkan citra satelit Sentinel, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut-barat-barat daya sebagai akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus pada 4-6 September 2026.
Selain itu, berdasarkan citra Sentinel terdekteksi adanya gumuk pulau kecil di sebelah barat laut dan tenggara dari tubuh Gunung Anak Krakatau. Menurut Badan Geologi, daratan luas tersebut diduga bagian dari hasil endapan erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Kemunculannya 'kedua pulau' tersebut diduga berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam," ujar Rita.
Menurut interpretasi sementara Badan Geologi, magma encer yang keluar pada saat erupsi mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut ke tenggara, sehingga material erupsi membentuk daratan di lokasi lain yang terlihat dalam bentuk dua gumuk seperti pulau.
"Tapi sekali lagi ini masih dugaan, yang perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi lapangan," ucapnya.
Terkait kemunculan daratan baru itu, Badan Geologi mengimbau warga tetap tenang. Status Gunung Anak Krakatau saat ini waspada dengan rekomendasi wilayah bahaya pada radius 2 km dari pusat erupsi.
"Untuk keselamatan, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau," imbuhnya.
Tonton juga video "Penampakan Daratan Baru 30,3 Ha Dekat Anak Krakatau dari Ketinggian"
(yld/imk)









































