Seorang pengemudi driver ojek online (ojol) diduga menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) modus hipnotis di Pondok Gede, Kota Bekasi. Motornya raib.
Kejadian tersebut diungkap oleh pemilik akun Instagram @novytaiu. Dalam video yang diunggah di akunnya, Novita menceritakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/9/2026).
"Awal mulanya saya dan keluarga sedang berkumpul depan rumah, tiba-tiba didatangi oleh pak ojol dan minta bantuan 'saya dihipnotis, motor dan HP saya hilang' sambil bapak tersebut kebingungan, beliau ngomong itu berkali-kali sampai kita melongo 'lho kok bisa pak, di mana'," kata Novita saat dihubungi detikcom, Kamis (24/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penuturan Dimyati kepada Novita, korban saat itu diminta berhenti di toko dekat rumah Novita. Si penumpang itu memintanya untuk turun membelikan air mineral.
"Di situ, di toko tadi penumpang saya minta diturunin di situ beli air 2, ini yang satu saya pegang, terus saya dikasih kunci mobil dan STNK. Setelah kami cek ternyata itu semua palsu," tuturnya.
Pelaku tersebut beralasan meminjam motor kepada Dimyati untuk sebuah keperluan. Dimyati kemudian diberi kunci mobil dan STNK sebagai jaminan, yang belakangan diketahui palsu.
"Bapak itu bilang, katanya motor mau dipakai buat ke mana gitu ada keperluan lah, terus dijanjikan kunci mobil sama STNK. Terus nggak lama kemudian, bapaknya baru sadar dan ternyata motornya sudah nggak ada," ungkapnya.
Dimyati saat itu menunggu sekitar 1,5 jam. Namun, pelaku tak pernah muncul dan menyerahkan motor tersebut.
"Info dari tetangga, bapaknya sudah menunggu 1 jam setengah di pinggir jalan sambil ngeliatin motor yang lewat, masih berharap motornya balik, ternyata tidak. Akhirnya bapak saya minta untuk duduk tapi ya karena posisinya masih gemeter dan linglung, bapaknya masih banyak cerita, akhirnya saya izin take video untuk bapak barangkali ada teman-teman yang bisa bantu bapak, dan bapak mengizinkan," bebernya.
Setelah itu, Novita membantu memesankan ojek online untuk mengantar pulang Dimyati. Namun Dimyati menolak dan meminta diantar ke Terminal Kampung Rambutan untuk bertemu dengan teman-teman ojek pangkalan tempatnya dia mangkal.
Novita juga menjelaskan bahwa Dimyati adalah seorang pengemudi ojek pangkalan. Adapun, Dimyati memakai jaket ojol milik anaknya.
Novita juga menggalang dana untuk memberikan donasi bagi korban. Donasi terkumpul Rp 7 juta lebih dan telah diserahkan kepada korban.
"Iya benar ada penggalangan dana, karena ini baru pertama kalinya saya. Alhamdulillah dari temen-temen TikTok dan Threads ada yang kasih arahan ke aku buat open donasi ke bapaknya. Alhamdulillah terkumpul Rp 7.183.000 dan ini masih open donasi yang ke-2 karena masih banyak yang minta buka lagi, pada baru gajian tanggal 25 kata teman-teman," pungkasnya.
Tonton juga video "Cekcok Soal Parkir, Ojol di Makassar Ditikam Jukir"
(mea/dhn)









































