"Setelah melalui persidangan yang sangat alot, akhirnya G77 mendapat apa yang dia mau yaitu adanya kesepakatan tentang transaksi di antara negara maju dan berkembang untuk memberikan transfer teknologi. Negara maju juga ingin agar negara berkembang melakukan tugasnya. Ini adalah sebuah perimbangan," ungkap Rachmat dalam jumpa pers di auditorium BICC, Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (15/12/2007).
"Tadinya tidak mau. Saya bujuk-bujuk. Sampai ada yang nangis segala. Sidangnya pun berhari-hari, sangat alot," imbuh Rachmat yang juga Menteri Negara Lingkungan Hidup itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara maju juga diwajibkan menurunkan emisi karbon sampai 50 persen sampai tahun 2050. "Itu yang negara berkembang cari. Jangan semaunya karena banyak uang," imbuhnya.
Dan kesepakatan pun sudah terjalin. Negara berkembang memiliki kewajiban sendiri, negara maju menjalankan kewajibannya sendiri. Dan Rachmat pun lega. "Uh... Lega. Lega mbanget!" kata suami Erna Witoelar itu. (aba/aba)











































