Terungkap Jasad Korban Kapal Virgo Banyak Terjebak di Kamar

Terungkap Jasad Korban Kapal Virgo Banyak Terjebak di Kamar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2026 21:36 WIB
Pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Pencarian korban KM Virgo Transport 8. (Dok. Basarnas)
Jakarta -

Pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Terbaru, tim penyelam gabungan berhasil menembus akses ke sejumlah kamar korban dan menemukan banyak jasad para korban yang terjebak di dalam.

Dirangkum detikcom, Rabu (23/9/2026), Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan pencarian korban kini difokuskan pada bagian badan kapal terutama kamar-kamar penumpang karena tim telah menemukan banyak penumpang yang terjebak di dalam bangkai kapal. Beberapa jasad masih terjebak lantaran terjepit.

"Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa, ya. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu. Nah, besok dilanjutkan. Semoga evakuasi besok lancar," kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-10 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam dilansir Antara, Rabu (23/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan tim penyelam gabungan yang terdiri atas Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Pangkoarmada II TNI AL, PT Jasalindo, dan unsur lain telah memecahkan kaca-kaca jendela di beberapa kamar. Kaca dipecah untuk akses menuju ruang yang menjadi lokasi korban terjebak di dalam kapal.

ADVERTISEMENT

Pada Selasa pagi tim penyelam gabungan sebelumnya berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban meninggal dari dalam bangkai kapal. Sementara, masih ada sejumlah korban yang telah terlihat penyelam namun belum dapat dievakuasi lantaran kondisi air mulai keruh dan arus laut yang semakin kencang.

"Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat" ujarnya.

Putu mengatakan proses evakuasi akan dilanjutkan pada Rabu (23/9) mulai pagi hingga sore hari dengan harapan kondisi cuaca lebih baik dan arus laut lebih tenang sehingga tim penyelam gabungan dapat melaksanakan lebih banyak proses evakuasi di dalam badan kapal.

Tim SAR gabungan akan memfokuskan pencarian ke kompartemen khususnya kamar tidur penumpang kelas ekonomi maupun kelas eksekutif. Selanjutnya akan mempertimbangkan pencarian pada kendaraan yang berada di dalam kapal apabila kondisi memungkinkan dan aman bagi penyelam.

"Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas," ujar Putu Sudayana.

Bangkai Kapal Jadi Titik Prioritas

Tim penyelam menemukan jasad di bangkai KM Virgo Transport 8. Temuan jasad itu membuat titik fokus pencarian terpusat di bangkai kapal Virgo.

"Fokus utama diarahkan pada pemetaan, penetrasi, dan pemeriksaan kompartemen bagian dalam kapal, sementara pencarian permukaan dan udara tetap dilaksanakan berdasarkan pola hanyutan," ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melalui Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (23/9).

Operasi di bawah air dilakukan oleh 34 penyelam profesional, termasuk 22 penyelam TNI AL serta dukungan robot bawah air. Operasi pencarian menghadapi kendala berupa arus bawah laut, jarak pandang terbatas, posisi bangkai kapal terbalik pada kedalaman sekitar 30 meter, serta kompleksitas ruang dalam kapal.

"Penemuan korban dari bagian dalam kapal menunjukkan bahwa bangkai KMP Virgo Transport 8 menjadi sektor prioritas pencarian, sehingga efektivitas operasi selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan pemetaan dan penetrasi kompartemen secara aman," ujar Nas.

Mengingat masih banyaknya korban hilang, operasi perlu tetap dilaksanakan secara simultan melalui penyelaman, ROV, salvage, penyisiran permukaan laut, dan dukungan udara. "Karena kemungkinan keberadaan korban tidak hanya berada di dalam kapal tetapi juga telah terbawa pola hanyutan," kata Nas.

"Penguatan penyelam TNI AL dan unsur bawah air meningkatkan kemampuan pencarian, namun arus, visibilitas rendah, kedalaman, dan konfigurasi bangkai terbalik tetap menjadi faktor risiko utama yang dapat memperlambat penetrasi serta membahayakan personel," imbuh Nas.

Hingga kini, Basarnas mencatat total 128 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 28 orang meninggal dunia. Sementara itu, 107 orang masih dalam pencarian dari total manifes 243 orang.

Halaman 2 dari 2
(amw/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini