Saudi Bangun Tower untuk Atasi Problem Pemondokan Jamaah Haji

Info Haji

Saudi Bangun Tower untuk Atasi Problem Pemondokan Jamaah Haji

- detikNews
Sabtu, 15 Des 2007 17:36 WIB
Makkah - Salah satu problem yang setiap tahun terjadi dalam pelaksanaan haji adalah masalah pemondokan bagi jamaah. Karena itu tahun ini pemerintah Arab Saudi akan membangun tower-tower di Makkah untuk mengatasinya. Pemerintah Indonesia akan berusaha mendapatkan 200 ribu tempat bagi jamaahnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama, Maftuh Basyuni, kepada wartawan di Makkah, Sabtu ( 15/12/2007 ) siang WAS. Menurutnya, saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang meratakan Jabal Umar yang berada di belakang Dar al Tauhid untuk pendirian tower-tower yang direncanakan mampu menampung sebagian besar jamaah haji setiap tahunnya.
 
"Setelah ibadah haji ini, kami akan bertemu dengan pihak Pemerintah Arab Saudi untuk membicarakannya. Akan kami sampaikan bahwa kami punya 210 ribu jamaah setiap tahunnya dengan plafon 2.000 real untuk masing-masing jamaah. Jika nantinya terjadi kesepakatan maka masalah pemondokan ini akan teratasi," ujar Maftuh seperti dilaporkan wartawan detikcom Muchus Budi Rahayu dari Makkah.
 
Maftuh mengatakan akan membuat kesepakatan jangka panjang untuk penggunaan pemondokan tersebut. Meskipun  belum bisa memastikan lamanya kontrak, namun akan diupayakan antara 15 hingga 20 tahun. Dalam pertemuan itu juga akan dibicarakan tentang kemungkinan terjadi selisih harga setiap tahunnya.
 
Seperti diketahui, masalah pemondokan adalah problem krusial bagi pelayanan jamaah. Masalah tersebut setiap tahunnya selalu mengemuka dan tidak jarang berdampak pada aksi-aksi jamaah yang menolak pemondokan karena tidak sesuai kesepakatan atau karena rumah yang ditempati tidak memenuhi standar.
 
Bahkan tahun ini banyak jamaah Indonesia terpaksa harus menginap di lokasi-lokasi yang cukup jauh dari Masjid al-Haram sebagai dampak pembatalan sepihak pemilik pemondokan hanya beberapa pekan sebelum jamaah datang. Pembatalan itu terkait dengan harga sewa lebih tinggi yang diberikan jamaah dari negara lain. (mbr/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait