Â
"Kontrak yang ditandatangi antara PPIH dengan muasasah memutuskan pembagian makanan dalan model prasmanan. Keputusan ini tidak lagi bisa ditawar lagi. Dikasih yang enak kok masih menawar-nawar, apa mau diberi nasi basi seperti sebelumnya," ujar Mahfud seperti dilaporkan wartawan detikcom Muchus Budi Rahayu dari Makkah, Sabtu ( 15/12/2007 ) siang WAS.
Menurutnya pemberian konsumsi model prasmanan adalah cara paling tepat. Selain itu muasasah juga menjamin akan memberikan pelayanan khusus bagi jamaah sakit dan uzur yang tidak memungkinkan untuk antre mengambil makanan. Selain itu dia yakin jamaah Indonesia cukup kooperatif untuk menolong yang kesusahan.
Maftuh yakin muasasah akan bekerja sesuai kontrak. Namun jika nantinya ada yang membagi nasi kotak itu dipastikan pihak di luar kesepakatan pelayanan konsumsi jamaah. "Kalau ada yang membagikan nasi kotak, kalau mau diterima silakan saja. Tapi tanggung sendiri kalau nanti mencret-mencret," tegasnya.
Â
Pasti Terangkut
Sementara itu Ketua PPIH, M Nursamad Kamba, meminta kepada seluruh jamaah untuk tidak khawatir tidak terangkut ketika akan bergerak dari Arafah menuju Mudzalifah. Menurutnya Pemerintah Arab Saudi menjamin kelancaran transportasi bagi seluruh jamaah.
Â
"Pemerintah Arab Saudi menjamin semua jamaah yang mengenakan kain ihram yang berada di Arafah akan terangkut. Jika busnya sudah datang pasti akan dipanggil. Jadi tidak perlu berjubel di pinggir pagar-pagar lalu berebut masuk jika bus datang kejadian-kejadian sebelumnya," kata Nursamad.
Â
Nursamba juga mengatakan bahwa hingga saat ini persiapan teknis di Armina telah mencapai 90 persen. Dia yakin pada hari H wukuf, mabit dan pelemparan jamarat, semua persiapan telah selesai sehingga jamaah akan telah terlayani dengan baik. (mbr/djo)











































