Gus Ipul Minta Wali Sekolah Rakyat Dampingi Siswa dengan Hati

Gus Ipul Minta Wali Sekolah Rakyat Dampingi Siswa dengan Hati

Nasywa Azzahra - detikNews
Rabu, 23 Sep 2026 18:22 WIB
Kemensos
Foto: Dok. Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan Sekolah Rakyat tidak hanya menjalankan fungsi edukasi, namun juga rehabilitasi. Fungsi rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan serta membentuk karakter dan perilaku siswa.

Gus Ipul menjelaskan fungsi rehabilitasi tersebut menjadi ranah wali asuh dan wali asrama sehingga harus mengedepankan empati lantaran para siswa berasal dari latar belakang berbeda. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat di Aula BBPPKS Bandung, Jawa Barat, hari ini.

"Jadi anak-anak kita dari keluarga rentan, mereka harus didampingi, mereka membawa berbagai masalah. Itu yang harus kita dampingi dengan baik, penuh empati, jadi harus dengan hati kerjanya," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 998 wali asuh dan wali asrama, dari enam regional pelatihan di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan ini. Enam regional lokasi pelatihan mencakup Regional Padang 198 orang, Regional Yogyakarta 200 orang, Regional Banjarmasin 145 orang, Regional Makassar 200 orang, Regional Jayapura 55 orang serta 200 orang dari Regional Bandung.

Para peserta begitu antusias mengikuti kegiatan, disela-sela acara bahkan sempat menunjukkan penampilan yel-yel. Salah satu peserta, Inaya dari Sekolah Rakyat Indramayu bahkan sempat bernyanyi dan berdialog dengan Gus Ipul.

ADVERTISEMENT

"Begitu mereka tampil dengan percaya diri, saya terharu, dan Alhamdulillah dengan keterbatasan mereka, akhirnya bisa masuk sekolah rakyat," kata Inaya.

Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan wali asuh dan wali asrama harus memahami betul latar belakang para siswa di Sekolah Rakyat. Hal ini dikarenakan mereka hadir dari keluarga yang berbeda dengan permasalahan masing-masing.

"Karena di sekolah rakyat itu ada fungsi edukasi, ada fungsi rehabilitasi, ada fungsi pemberdayaan. Dan sekolah rakyat ini tidak berdiri sendiri, sekolah rakyat ini mengintegrasikan berbagai program, ini salah satu yang membedakan dengan sekolah-sekolah umum," tuturnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa pelatihan untuk wali asuh dan wali asrama bertujuan agar mereka mampu menjalankan tugas dengan baik, benar, terukur, dan mendampingi siswa sampai lulus. Sekolah Rakyat bersifat boarding school atau asrama sehingga siswa tidak hanya mendapatkan edukasi secara umum, namun juga dibentuk karakternya.

"Ada pendidikan keasramaan, ada pendidikan sekolah pada umumnya. Dua-duanya dikombinasikan untuk membentuk siswa sekolah rakyat agar lebih percaya diri, menatap masa depan, memiliki ilmu yang cukup pintar, berkarakter dan yang terakhir punya keterampilan," pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo dan Plt. Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung. Selain itu, turut hadir pula Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik serta pejabat terkait lainnya.

Lihat juga Video: Gus Ipul Pantau Sekolah Rakyat Sulsel, Fasilitas Pendidikan hingga Asrama

(akn/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini