Hal itu diungkapkan Wakil Sekjen PPP, M Romahurmuziy, kepada detikcom di sela-sela acara pembekalan nasional kader PPP di Hotel Milenium, Jl Fahrudin, Jakarta, Sabtu (15/12/2007).
"Wacana yang berkembang di PPP itu mengacu pada realita di masyarakat. Jika masyaralat tidak menghendaki suatu figur tertentu, ngapain kita dorong-dorong," kata Romahurmuziy.
Mengenai pembekalan nasional Romahurmuziy menjelaskan ada beberapa tujuan yang ingin dicapai PPP melalui forum ini. Partai berlambang Kabah ini ingin membentuk kader nasional yang berwawasan ideologis dan memiliki kemampuan dalam perencanaan strategis pemenangan pemilu.
Menurut Romahurmuziy, hal ini untuk menjawab berbagai survei yang menyebutkan partai Islam memiliki perspektif buruk di masyarakat. Hal itu mendapatkan reaksi yang keras dari kader PPP di seluruh Indonesia.
"Kader di daerah mengatakan hasil survei itu tidak seperti kenyataan yang ada. Kondisi saat ini justru membaik. Dulu mungkin kebanggaan terhadap partai Islam berkurang, sekarang sudah tumbuh lagi," tutur Romahurmuziy. (djo/asy)











































