SBYdi Pertemuan Maraton 28 Jam

SBYdi Pertemuan Maraton 28 Jam

- detikNews
Sabtu, 15 Des 2007 14:20 WIB
SBYdi Pertemuan Maraton 28 Jam
Nusa Dua - Agenda Presiden SBY selama 2 hari terakhir di Konferensi Perubahan Iklim (UNCCC) 2007 berlangsung nyaris tanpa henti. Tidak peduli malam berganti pagi, pertemuan maraton dijajal SBY.

Jumat 14 Desember 2007 semula di jadwalkan sebagai hari terakhir UNCCC. SBY pada Jumat pagi hari pukul 09.45 Wita memanggil para gubernur yang provinsi-nya memiliki hutan hujan tropis.

Acara berlangsung hingga 11.30 Wita dan SBY didampingi para menteri terkait menunaikan salat Jumat. Semua dilakukan di Hotel Four Seasons, Jimbaran, Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pukul 14.00 Wita, SBY bertemu mantan Wapres AS sekaligus pemenang Nobel Perdamaian 2007 Al Gore. Namun 30 menit sebelumnya, Ketua Delegasi Indonesia, Emil Salim datang agak tergesa-gesa, bertemu SBY sebentar dan lalu pergi.

Diduga Emil menyampaikan laporan mengenai kondisi UNCCC yang deadlock. Jubir Dino Pati Djalal kemudian mengumumkan Presiden SBY akan meluncur ke BICC, Nusa Dua, Bali, pukul 16.00 Wita.

Tiba di BICC, SBY menempati ruangan khusus di Lantai 3 Hotel Westin, para menteri dan delegasi Indonesia dipanggil SBY. UNCCC dalam kondisi yang sudah molor beberapa jam dan rencananya akan ditutup pukul 18.00 Wita.

Para delegasi Indonesia termasuk Menlu Hassan Wirajuda berjibaku pada pukul 16.00-18.00 Wita yang menjadi tenggat waktu negosiasi. SBY mengawasi setiap detil perkembangan di ruangannya.

Tenggat waktu lewat, dan tidak ada perubahan. Perundingan alot tidak kunjung berhasil diurai. Malam semakin larut hingga pukul 23.00 Wita. Sidang pleno sepi, para delegasi lebih banyak berkasak-kusuk dalam ruang-ruang rapat kecil.

Para wartawan istana ditarik mundur ke Hotel Four Seasons. SBY bertahan di BICC. Jumat berganti Sabtu (15/12/2007), tiba-tiba pada pukul 01.30 Wita dinihari, wartawan ditarik kembali ke BICC, SBY akan bertemu dengan Sekjen UNFCCC Yvo de Boer.

Pertemuan mereka pukul 02.15 Wita, didampingi Presiden COP 13 Rachmat Witolear, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Menlu Hassan Wirajuda pada saat yang sama, ternyata masih bergulat dalam proses perundingan. Hassan ditarik keluar sebentar untuk mendampingi SBY.

Pertemuan dini hari itu usai pukul 02.50 Wita. Dalam malam dingin yang agak menusuk tulang, SBY memberi keterangan pers, dirinya mendorong agar perundingan UNCCC dapat diselesaikan.

Setelah itu SBY kembali ke hotel untuk beristirahat. Namun, pada Sabtu pagi, rupanya belum ada kabar positif dari Westin. Padahal SBY mengatakan akan pulang ke Jakarta pukul 08.00 Wita.

Rencana ini dibatalkan dan Presiden kembali meluncur ke BICC. Negosiasi hari ini bahkan dilakukan secara instensif dan paralel. Para wartawan yang berada di tengah-tegah lobi hotel Westin dapat merasakan hiruk pikuk itu.

Sidang Pleno dimulai pukul 9.00 Wita langsung ramai dengan paparan delegasi. Para ujung tombak diplomasi Indonesia: Menlu Hassan Wirajuda, Presiden COP 13 Rachmat Witoelar, mantan Menlu Ali Alatas dan Kepala Delegasi RI Emil Salim, menyatukan kekuatan.

Duet senior-yunior Menlu dan Menneg LH ini menghadapi perundingan maraton dengan Group 77 dari negara berkembang, Uni Eropa dan Group Umbrella dari negara maju.

Apakah yang dilakukan SBY? Presiden melakukan pertemuan tertutup dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon selama 2 jam hingga pukul 10.30 Wita. SBY dan Ki Moon pada pukul 13.00 Wita berada di ruang Pleno. Rachmat Wotoelar baru saja membuka kembali sidang pelano. SBY dan Ki-Moon pun berpidato di depan sidang mendorong penyelesaian negosiasi. Namun, hingg pukul 15.15 Wita, sidang belum usai dan SBY pun masih berada di Pulau Dewata. (fay/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads