Peristiwa yang mengejutkan ini terjadi di ruang sidang pleno di Plennary Hall Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Sabtu (15/12/2007). Yvo de Boer berbicara di depan peserta sidang konferensi itu setelah SBY dan Ban Ki-Moon ke luar arena sidang setelah menyampaikan pidato.
de Boer memimpin sidang pleno didampingi Presiden COP13 Rachmat Witoelar. "Saya kecewa dan dikhianati, karena ada deal-deal di luar sepengetahuan saya," kata de Boer. Belum diketahui secara persis apa yang dimaksud 'deal-deal gelap' yang disampaikan de Boer.
Yang jelas, setelah itu de Boer tampak menangis. Dia tampak tertunduk dan mengusap matanya. Tak berapa lama kemudian, de Boer langsung beranjak dari mejanya dan keluar ruang sidang. de Boer walk out!
Saat de Boer walk out, tepuk tangan dari peserta sidang tampak membahana. Mereka menghargai sikap de Boer. Rachmat Witoelar juga tampak tersenyum kecil. Kemudian tampak seseorang menggantikan de Boer duduk di meja pimpinan sidang dan memimpin sidang selanjutnya.
Salah seorang delegasi dari Australia membenarkan bahwa de Boer kecewa adanya deal-deal di luar konferensi. "Ternyata ada deal-deal tanpa sepengetahuan de Boer, yang menganggu proses utama konferensi ini," kata delegasi Australia itu. Namun, dia tidak mau berkomentar banyak dan meminta wartawan mewawancarai de Boer.
Saat ini, sidang pleno UNCCC masih terus berlangsung hingga pukul 14.00 Wita. (asy/asy)











































