Saat sesi tanya jawab dibuka, beberapa wartawan menanyakan mengenai jumlah peserta pelantikan TNI-Polri, orientasi peserta, dan latar belakang digelarnya acara di Semarang. Dengan sigap, Sosialisman menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Namun saat mendengar pernyataan materi fit and proper test calon panglima TNI yang menyebutkan KSAD Jendral TNI Djoko Suyanto membolehkan perempuan TNI berjilbab, Sosialisma langsung memotong. "Jangan itu, pertanyaannya soal Praspa (Prasetya Perwira dan Pelatikan Perwira TNI-Polri) saja ya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) itu menjelaskan, jumlah perwira TNI -Polri yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masing-masing adalah 291 dari TNI, 192 (AAL), 165 (AAU), dan 294 (Akpol).
Untuk menyemarakkan suasana pelantikan perwira TNI-Polri yang digelar Senin 17 Desember mendatang itu, tujuh pesawat TNI AU didatangkan. Pesawat-pesawat tersebut akan beratraksi di atas lokasi acara sebagai simbolisasi ucapan selamat datang pada alumnus baru TNI-Polri.
Dalam acara jumpa pers itu Sosialisman didampingi Gubernur Akmil Mayjen TNI Sabar Yudho S, Direktur Akademik Akpol Semarang Brigjen Pol Erwin TPL Tobing, Gubernur AAL Mayjen (Mar) Agung Widjayadi, dan Gubernur AAU Marsekal Muda Iman Sufaat.
(try/djo)











































