Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengatakan pihaknya telah menyelamatkan 100 satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di mana saja?
Kemenhut mengatakan 100 satwa liar tersebut tersebar di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan (Sumsel).
"Dari data yang kami kumpulkan sampai dengan hari ini, 22 September 2026, Kementerian Kehutanan telah menyelamatkan, melakukan upaya penyelamatan satwa liar sejumlah 100 individu satwa liar di enam provinsi prioritas," kata Karo Humas dan Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi pada konferensi pers daring yang disiarkan di YouTube Kemenko Polkam, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ristianto menjelaskan, dari 100 satwa tersebut, 97% berada di Kalbar, Kalteng, dan Kaltim. Dia menyebutkan 53 di antara 100 satwa tersebut merupakan orang utan yang berada di Kalimantan.
"Kemudian, dari 100 individu tersebut, 97% berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Lalu setelah orang utan, satwa yang jumlahnya tertinggi kami lakukan penyelamatan adalah satwa trenggiling," katanya.
Kemenhut menegaskan penyelamatan satwa liar tersebut sangat penting. Kemenhut berkomitmen untuk mencegah terancamnya habitat satwa liar tersebut.
"Di sini kami Kementerian Kehutanan dibantu para pihak, baik LSM, masyarakat lokal, relawan, upaya penyelamatan satwa liar ini menjadi sangat penting karena bagaimanapun kita harus sama-sama menjaga Indonesia dari terancamnya habitat dari satwa liar ini," pungkasnya.
Simak juga Video: Menhut: Ada Call Center 24 Jam Tangani Satwa Terdampak Karhutla










































