Delegasi Keletihan, Sidang UNCCC Dihentikan

Delegasi Keletihan, Sidang UNCCC Dihentikan

- detikNews
Sabtu, 15 Des 2007 04:07 WIB
Nusa Dua - Tubuh yang letih dan rasa kantuk yang mendera sebagian besar delegasi UNCCC membuat sidang dihentikan. Belum ada kesepakatan yang dicapai hingga sidang ditutup pukul 03.00 Wita, Sabtu (15/12/2007).

Negosiasi maraton yang alot sejak Jumat (14/12/2007) pagi membuat delegasi dari 190 negara keletihan. "Anda bisa ke tempat tidur sekarang dan kembali ke plenary hall besok pagi," perwakilan delegasi dari Komisi Eropa seperti dikutip AFP.

Meski sidang ditutup, sejumlah isu yang belum disepakati sudah menanti para delegasi pada sidang esok pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negosiasi masih berlangsung, belum ada yang disepakati, belum ada yang gagal," ujar seorang anggota delegasi Inggris.

Sejumlah delegasi mengungkapkan, hal utama yang masih menghalangi kesepakatan Bali Road Map adalah keinginan AS agar negara-negara berkembang memiliki kewajiban yang sama seperti negara maju dalam mengurangi emisi karbon.

"AS menuntut negara berkembang diberi kewajiban yang sama," kata Menteri Lingkungan Jerman Sigmar Gabriel.

Permintaan itu lanjut Gabriel tidak bisa diterima delegasi negara-negara berkembang. "Negara berkembang menyatakan siap memberikan lebih, tapi menolak untuk disamakan dengan negara-negara maju."

Setelah Australia menyetujui Protokol Kyoto, AS kini menjadi satu-satunya negara yang menolak kesepakatan itu. Presiden George W Bush beralasan Protokol Kyoto tidak adil bagi negaranya karena kewajiban pengurangan emisi 25-40 persen tidak diterapkan untuk negara yang sedang mengalami perkembangan ekonomi seperti Cina yang tercatat sebagi negara penghasil emisi terbesar nomor dua di dunia.

Walaupun kesepakatan masih deadlock, Sekjen UNFCCC tetap berharap ada terobosan yang akan dicapai para delegasi terhadap isu-isu yang sulit.

Kesepakatan ini menurutnya sangat penting untuk mewajibkan negara-negara maju mengurangi emisinya yang menyebabkan pemanasan global. Jika tidak kerusakan bumi seperti yang diprediksikan para ahli lingkungan akan segera terjadi lebih cepat dalam beberapa dekade ke depan.
(bal/bal)


Berita Terkait