"Jadi kalau yang laki-laki tidak saja yang pakai kopiah. Rambut dicat, anting-anting dan jeans belel boleh. Perempuan uang tidak pakai jilbab padahal dia muslimah, mereka oke jadi konstituen PPP," kata Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.
Hal itu disampaikan dia dalam pidato pembukaan Orientasi Kader Nasional PPP di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (14/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pernah memilih kita. Yang terakhir ini, merupakan segmen kelompok non religius," imbuh Surydharma.
Pria yang juga menjabat sebagai Menkop dan UKM itu mengatakan, strategi pertama ditujukan kepada loyalis. Sedangkan strategi kedua, ditujukan kepada pemilih yang memiliki kedekatan emosional, ideologis dan historis kepada PPP.
Atas langkahnya ini, Suryadharma menuturkan, kyai-kyai PPP pun telah merestui partai Islam itu merebut hati komunitas non religius.
Sebagai partai besar, PPP lanjut dia, memiliki kelemahan dalam memfungsikan dirinya sebagai kanalisasi pencalonan kepala daerah. Hal itu disebabkan lemahnya kualitas kader.
"Karena itu, dalam dalam upaya menggalang perolehan suara, keberadaan kader
yang memiliki pengetahuan dan keterampilan berpolitik sangat dibutuhkan," pungkas Suryadharma.
(rmd/bal)











































