PP Muhammadiyah meminta warganya menyiapkan salat Idul Adha sebaik-baiknya yang jatuh pada hari Kamis Legi, 20 Desember 2007. Organisasi ini juga meminta warganya untuk berpuasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau 19 Desember 2007.
Imbauan ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah H. Yunahar Ilyas kepada wartawan di kantor Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Jumat (14/12/2007). "Alhamdulillah itu sudah disepakati di seluruh Indonesia kecuali oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang punya metode Idul Fitri-nya ikut pemerintah dan Idul Adha ikut pemerintah Arab Saudi," kata dia.
Sementara itu Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Oman Fathurrahman menegaskan berdasarkan hisab seharusnya antara Mekah dengan Indonesia itu sama. Yang berbeda adalah wilayah di Amerika bagian selatan.
Namun pada tahun ini pemerintah Arab melalui majelis peradilan tinggi memutuskan 1 Zulhijjah jatuh hari Senin 10 Desember 2007, sehingga wukuf di Arafah pada hari Selasa dan Idul Adha hari Rabu 19 Desember. Ketetapan itu berdasarkan kesaksian terlihatnya hilal pada hari Ahad malam Senin tanggal 9 Desember.
"Ini menjadikan kekagetan masyarakat dan berbagai ahli hisab, ilmu falak Indonesia karena di Mekah pada hari Ahad 9 Desember itu, bulan sudah terbenam lebih dulu dibanding matahari. Kira-kira 22 menit selisihnya," kata dia.
Menurut Oman, di Indonesia pada saat matahari terbenam, bulan juga sudah terbenam lebih dulu, termasuk di Yogyakarta sudah terbenam sekitar 22 menit. Dengan demikian di wilayah Indonesia tidak ada kemungkinan hilal terlihat. (bgs/asy)











































