Hawkins menebar maut dengan menembaki 8 orang hingga tewas di mal Omaha, Nebraska, AS pada 5 Desember lalu sebelum kemudian menembak dirinya sendiri.
"Saya benar-benar hancur," kata Rodriguez. Menurut wanita AS itu, kesedihannya jauh lebih mendalam dibandingkan keluarga korban. Sebabnya, dia berduka untuk banyak orang: korban, teman-teman mereka dan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dikatakan Rodriguez, Hawkins merupakan anak yang lucu. "Anak itu begitu lucu," kata wanita itu.
Rodriguez dan ayah Hawkins telah bercerai sejak 15 tahun lalu. Namun Rodriguez tidak mendapat hak asuh atas Hawkins. Bahkan Rodriguez pernah tidak melakukan kontak dengan putranya itu selama 2 tahun lebih.
Awalnya Hawkins tinggal bersama ayahnya, namun kemudian dia dimasukkan ke pusat perawatan setelah mengancam akan membunuh ibu tirinya pada tahun 2002.
"Saya tidak sempurna, saya sadar itu. Tapi saya telah berbuat sebaik mungkin," tandasnya. Meski begitu Rodriguez mengaku memiliki hubungan yang baik dengan Hawkins.
Ibu dan anak itu sempat makan malam bersama di malam sebelum penembakan massal tersebut. Saat itu Rodriguez mencoba menghibur Hawkins karena dipecat dari pekerjaannya di restoran cepat saji McDonald's.
Usai makan malam itu, Rodriguez merasa ada sesuatu yang tak beres, tapi dia tidak mengerti itu apa. Ternyata itulah malam terakhirnya bersama putranya. (ita/sss)











































