Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendorong penguatan energi bersih, peningkatan keandalan pembangkit, serta pengembangan kemandirian energi daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ngebel di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (18/9). Dalam kunjungan tersebut, Ibas meninjau langsung fasilitas pembangkit atau power house, sekaligus berdialog dengan jajaran PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Brantas mengenai operasional, keselamatan kerja, keandalan pembangkit, pengelolaan sumber daya air, serta kontribusi PLTA bagi kebutuhan listrik masyarakat.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan Silaturahmi Kebangsaan bersama PLN Nusantara Power UP Brantas dengan tema 'Energi Kuat, Daerah Hebat: Energi Bersih, Ekonomi Tumbuh, Ponorogo Maju'. Ibas mengapresiasi jajaran PLN Nusantara Power UP Brantas, khususnya tim yang bertugas di PLTA Ngebel, atas profesionalisme dan keberlanjutan pengelolaan pembangkit tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Energi dan teknologi yang kita bangun harus benar-benar andal, bisa bertahan dalam jangka panjang, memberikan efisiensi dalam pemanfaatan, dan mampu menjawab kebutuhan lintas waktu," ujar Ibas, dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Ibas, keberadaan PLTA Ngebel menunjukkan bahwa sumber energi terbarukan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar, mulai dari tenaga air, panas bumi, angin, hingga energi surya. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui teknologi, investasi, riset, dan tata kelola yang baik.
"Indonesia negara yang luas dan memiliki banyak potensi energi. Tidak hanya mineral, tetapi juga angin, air, panas bumi, terik matahari, dan sumber daya lainnya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional," katanya.
Keandalan dan Keselamatan Tidak Bisa Ditawar
Dalam kunjungannya, Ibas menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam pengoperasian pembangkit listrik. Menurutnya, keselamatan harus menjadi bagian utama dari setiap kegiatan operasional, terlebih pembangkit energi merupakan infrastruktur vital yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Ibas mengapresiasi penerapan standar operasional dan prosedur keselamatan yang diterapkan selama kunjungan ke fasilitas PLTA Ngebel.
"Keselamatan tidak bisa dinegosiasikan. Standar prosedur harus benar-benar dijalankan oleh teman-teman PLN Nusantara Power di mana pun berada," tegasnya.
Ibas juga menekankan pentingnya ketelitian, persiapan, dan pemeliharaan pembangkit untuk mencegah gangguan pasokan listrik. Ibas menilai masyarakat membutuhkan sistem energi yang bukan hanya tersedia, tetapi juga memiliki tingkat keandalan tinggi sehingga mampu menopang kegiatan rumah tangga, industri, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi.
PLTA Ngebel dan Potensi Energi Ponorogo
Ibas menilai PLTA Ngebel memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan listrik di Ponorogo dan sekitarnya. Dengan kapasitas sekitar 2,2 megawatt, pembangkit tersebut turut berkontribusi terhadap pasokan listrik lokal, dengan operasional yang turut dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan ketersediaan air.
Ibas mengatakan pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional PLTA. Menurutnya, perencanaan energi berbasis tenaga air perlu memperhatikan siklus musim hujan dan kemarau, kondisi hidrologi, prakiraan cuaca, serta data ilmiah dari lembaga terkait.
"Pengelolaan sumber daya air dan peremajaan di kawasan ini harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kawasan yang indah dan memiliki potensi untuk menggerakkan PLTA kemudian tidak terkelola dengan baik," ujarnya.
Dorong Pengembangan Energi Terbarukan
Ibas mengatakan pengembangan energi nasional perlu memanfaatkan keberagaman potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, ketergantungan terhadap satu jenis sumber energi perlu dikurangi dengan memperkuat bauran energi, termasuk melalui pembangkit berbasis air, surya, panas bumi, dan sumber energi terbarukan lainnya.
Ibas juga mendorong penguatan riset dan pengembangan teknologi energi agar pembangkit di Indonesia semakin efisien, aman, dan mampu beroperasi dalam jangka panjang.
"Kalau kemudian ditemukan alat-alat dan model-model baru, kita harus terus melakukan riset dan pengembangan. Teknologi energi harus terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman," katanya.
Ibas menilai investasi di sektor energi membutuhkan biaya besar, tetapi memiliki nilai strategis bagi masa depan Indonesia. Karena itu, pembangunan infrastruktur energi perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kemandirian Energi di Daerah
Ibas juga mendorong pengembangan pembangkit energi terbarukan dilakukan secara lebih merata dengan menyesuaikan potensi masing-masing daerah. Menurutnya, keragaman sumber daya di berbagai wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan energi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan energi di tingkat daerah.
"Kalau model-model PLTA seperti Ngebel ini bisa dikembangkan sesuai potensi masing-masing wilayah, kemandirian energi daerah dapat semakin diperkuat," ujarnya.
Ibas menambahkan, pengembangan energi di daerah perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kapasitas lingkungan. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Berjalan Bersama
Selain sektor energi, Ibas meminta pengelolaan kawasan PLTA tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat sekitar. Ia mendorong program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) terus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan manfaat ekonomi, penguatan sosial, serta pelestarian lingkungan.
"Sebagai wakil rakyat yang mewakili masyarakat Ngebel, pesan saya adalah CSR dan pendekatan kemanusiaan harus terus dilanjutkan. Masyarakat harus merasakan manfaat ekonomi, manfaat sosial, manfaat energi, dan lebih dari itu manfaat lingkungan," tuturnya.
Ibas juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan sekitar pembangkit dari risiko kerusakan lingkungan, seperti longsor dan gangguan pada daerah aliran air. Menurutnya, keberlangsungan PLTA turut bergantung pada kondisi ekosistem di sekitarnya. Karena itu, kelestarian hutan, tanah, sumber air, dan kawasan penyangga perlu dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi.
Mendorong Masyarakat Hemat dan Efisien Menggunakan Energi
Di sisi lain, Ibas menilai penguatan pasokan listrik harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat mengenai penggunaan energi. Masyarakat juga perlu didorong untuk menggunakan listrik secara hemat dan efisien. Edukasi mengenai penggunaan energi tersebut semakin penting seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita tidak hanya harus menyediakan energi, tetapi masyarakat juga perlu mendapatkan literasi dan edukasi tentang bagaimana menggunakan energi secara hemat, efisien, efektif, dan produktif," katanya.
Ibas menilai perkembangan teknologi digital dan pusat data juga akan meningkatkan kebutuhan listrik nasional. Karena itu, Indonesia perlu mempersiapkan kapasitas energi sejak sekarang dengan memperhitungkan kebutuhan jangka panjang.
Energi sebagai Bagian dari Pembangunan Nasional
Ibas menegaskan pembangunan energi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan energi harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan memperhatikan kepentingan masyarakat.
Sebagai Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Ibas juga menyampaikan bahwa DPR RI terus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di sektor energi, termasuk pembahasan regulasi yang berkaitan dengan sektor minyak dan gas bumi.
"Kita ingin energi Indonesia semakin kuat, daerah kita semakin hebat, Ponorogo semakin maju, energinya semakin bersih, ekonomi tumbuh, dan pada saatnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.
Senior Manager UP Brantas, Eko Wijanarto, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, PLTA yang telah beroperasi dalam waktu panjang tetap dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara konsisten, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan dipelihara secara berkelanjutan.
"Kunjungan ini menunjukkan bahwa pembangkit yang sudah lama tetap bisa memberikan manfaat ketika dikelola secara konsisten, beradaptasi dengan teknologi, dan dipelihara secara berkelanjutan," ujar Eko.
Eko berharap kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan lapangan, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan energi bersih yang dapat memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi dan kesejahteraan masyarakat. Menurut Eko, semangat tersebut sejalan dengan tema 'Energi Lintas Generasi Untuk Ketahanan Nasional'.
Menutup kunjungannya, Ibas mengapresiasi jajaran PLN Nusantara Power UP Brantas dan pengelola PLTA Ngebel yang terus menjaga operasional pembangkit serta kawasan di sekitarnya. Ibas berharap PLTA Ngebel dapat terus beroperasi secara andal, aman, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Ponorogo.
"Semoga teman-teman terus berkomitmen memastikan tenaga energi listrik tersedia sekaligus menjaga kawasan ini tetap hijau dan lestari," pungkas Ibas.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Senior Manager UP Brantas Eko Wijanarto, Manager Business Support Arief Rachman Perdana, Manager Operasi & Pemeliharaan Maulana Yusuf Fathullah, Asman Distrik E Sigit Yuwono, Asman SDM, Umum & CSR Edi Purnomo, Kepala Desa Wagir Lor Sumono, Camat Ngebel Andri Hendhratmoyo, serta Anggota DPRD Ponorogo Widodo dan Yuliana.
(akn/ega)









































