Dilarang Ibu Main Bola, Bocah Perempuan Tewas Gantung Diri

Dilarang Ibu Main Bola, Bocah Perempuan Tewas Gantung Diri

- detikNews
Jumat, 14 Des 2007 10:52 WIB
Plymouth - Ironis sekali nasib bocah perempuan ini. Cuma gara-gara dimarahi dan dilarang ibunya bertanding sepakbola, dia nekat gantung diri. Duh!

Kejadian ini bermula ketika Jacqueline King berdebat dengan anak perempuannya, Emily Gorman. Permasalahannya adalah jadwal pertandingan tim sekolahnya bentrok dengan pernikahan kerabat dari keluarga tersebut.

Merasa dilarang bermain, bocah Inggris berumur 11 tahun ini pun kesal. Dia mencoba membuat gusar si ibu. Kesempatan pun tiba saat dia disuruh mengawasi adiknya yang sedang makan. Tak tanggung-tanggung, dia membiarkan makanan salah satu adik kembarnya, Liam, terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontan saja Jacqueline marah besar. Dia memutuskan, Emily tidak boleh bertanding. Karena takut emosinya semakin menjadi-jadi, ia menyuruh Emily masuk ke kamar. Emily pun tidak kalah kesalnya mendengar Jacqueline melarangnya bertanding sepakbola.

"Dia kelihatan kesal dan saya sengaja membuat dia seperti itu. Karena saya tahu dia sangat menyukai sepakbola," ujar Jacqueline seperti dilansir dari DailyMail, Jumat (14/12/2007).

Saat makan malam sudah disiapkan, Jacqueline pun memanggil Emily yang masih berada di kamar. Karena tidak ada jawaban, Jacqueline menyuruh salah satu anak kembar lainnya, Joseph, untuk melihat Emily.

Astaga...!!! Alangkah terkejutnya Joseph ketika melihat kakaknya tergantung 1 inci di atas lantai. Dia pun langsung menangis dan menjerit minta tolong. Jacqueline yang berada di lantai bawah, mendengar teriakan itu dan langsung berlari.

Jacqueline tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun dia segera memotong tali yang menggantung anaknya. Emily pun lantas dibawa ke rumah sakit di Plymouth.

Setelah bertahan selama 3 hari di rumah sakit, nyawa Emily tak dapat diselamatkan. Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan Robert Newman, kematian Emily disebabkan kerusakan otak serta fungsi organ-organ tubuhnya yang sudah tidak normal.

"Mungkin dia berpikir, jika saya melakukan sesuatu yang membuat ibu sedih, maka ibu akan bilang, jangan gila, ya sudah, kamu boleh bermain bola," ujar Jacqueline.

"Sepertinya Emily tidak tahu apa yang dia lakukan. Dia juga tidak menyadari kalau maut bisa menghampirinya secepat kilat," ucap Jacqueline sedih. (/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini