Sinyalemen itu diungkapkan langsung oleh Rudi saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Jumat (14/12/2007). Menurut Rudi, diundurnya proses tahapan Pilkada Jabar membuat PDIP punya waktu lebih banyak mengatur strategi. Salah satunya dengan mengevaluasi pasangan yang dikukuhkan lewat Surat Keputusan DPP PDIP tanggal 4 Desember 2007 itu.
"Kita masih punya banyak waktu untuk evaluasi. Untuk paket Agum-Rudi sendiri sudah final dengan adanya SK DPP pada 4 Desember lalu. Tapi bisa saja paket ini berubah, jika dari hasil kajian evaluasi memang harus berubah," kata Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inisiatif tersebut, jelas Rudi, bisa berupa pengunduran diri salah satu calon. Kemudian dia memisalkan dirinya yang mundur dari pencalonan. Artinya, PDIP harus mencari figur cawagub lain.
"Untuk mengkaji ini kan masih banyak waktu. Kita harus lihat dulu perkembangan peta politik di Jabar nanti. Kita pun harus melihat kekuatan lawan kita. Jika memang harus berkoalisi, ya kita akan koalisi," tandasnya.
Akan tetapi, kata Rudi, bagaimana pun juga hasil evaluasi nanti harus dikomunikasikan oleh DPP. "Di DPP-kan finalnya Agum-Rudi. Nah jika muncul nama lain setelah evaluasi, harus dikomunikasikan pada DPP. Keputusan akhirnya ada di DPP, kami hanya mengusulkan," tegas Rudi. (ern/djo)











































