Tolong Bocah SMP Korban Tabrak Lari Tanpa Pamrih

Profil Sopir Heroik (1)

Tolong Bocah SMP Korban Tabrak Lari Tanpa Pamrih

- detikNews
Jumat, 14 Des 2007 09:54 WIB
Jakarta - Bruuukkk! Seorang bocah SMP terpental dihantam bus. Sopir bus itu kabur. Ismudianto (32) yang menyopiri bus di belakangnya terperanjat. Tak perlu berpikir dua kali baginya untuk menyelamatkan nyawa si bocah.

Tidak ada yang tampak istimewa dalam penampakan pria yang akrab disapa Ismu ini. Tetapi di balik perawakannya yang kecil, bapak 2 anak ini memiliki hati yang mulia.

Kesehariannya, Ismu adalah sopir bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu-Lampung di Pulau Sumatera. Kemuliaan hatinya tampak saat dia menolong seorang bocah SMP tanpa pamrih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadiannya kira-kira bulan Februari 2006. Waktu itu lagi iring-iringan bus. Bus depan nabrak orang lagi jalan, laki-laki, mungkin SMP deh, terus kabur," kisahnya kepada detikcom saat ditemui di sela-sela acara pemilihan 'Sopir Heroik' di Bogor, Jawa Barat, Kamis 13 Desember 2007.

Ismu lalu meminggirkan busnya yang waktu itu sudah sarat penumpang. Bocah malang yang tidak sadarkan diri itu diboyongnya ke rumah sakit di daerah Kotabumi, Bengkulu.

Bus diserahkannya kepada sang teman yang lalu meneruskan perjalanan ke Bengkulu. Sementara Ismu memilih untuk stand by di rumah sakit dan bersedia membayar jaminan agar bocah malang itu segera diberi pertolongan.

"Saya bayar jaminannya kurang lebih Rp 200 ribu," jelasnya.

Saat keluarga korban datang, Ismu sempat ditawari penggantian uang jaminan. Namun Ismu tidak bersedia menerimanya.

"Keluarga tanya keluar berapa, tapi saya nggak kasih tahu. Saya ikhlas," katanya kalem.

"Dibilang sosial, nggak terpikir, karena kita sesama manusia. Tidak terpikir imbalan juga," tambah pria yang baru bekerja di PO Sriwijaya selama 1,5 tahun itu.

Dalam acara yang disponsori produsen ban Goodyear tersebut disediakan hadiah uang tunai dan peralatan elektronik total Rp 25 juta bagi 4 pemenangnya.

Sang juara bakal mendapat uang tunai Rp 10 juta dan peralatan elektronik senilai Rp 3 juta. Sedangkan 3 runner up masing-masing akan mendapat uang tunai Rp 3 juta dan peralatan elektronik senilai Rp 1 juta.

Ismu mengaku belum tahu akan diapakan uang itu bila kelak bisa menyisihkan 7 finalis lainnya. "Saya tidak tahu kalau ada hadiahnya. Jadi belum ada rencana mau diapakan," ucapnya polos.
(gah/sss)


Berita Terkait