"Itu omong kosong. Kalau 6 ruas jalan tol dibangun justru mendorong kepemilikan kendaraan pribadi," kata pengamat transportasi Darmaningtyas saat berbincang dengan detikcom, Jumat (14/12/2007).
Sesuai nalar, keberadaan tol pastinya untuk menarik sebanyak mungkin investasi atau kendaraan yang menggunakan agar modal cepat kembali. "Pembatasan kendaraan tidak ketemu nalar dengan pembangunan tol. Yang baik itu bangun angkutan umum dan tempat parkir yang nyaman. Itu yang benar," tambah Darmaningtyas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jakarta pun demikian juga. Seperti jalan tol yang membelah ruas Jalan Gatot Subroto, yang dahulu awalnya dibangun untuk mencegah kemacetan.
"Tol sekarang tidak ada yang bebas dari kemacetan, tol itu definisinya jalan yang membayar sesuai UU 38 tahun 2004 tentang jalan. Dan pembangunan 6 ruas ini adalah proyek senilai Rp 23 triliun," ujar Darmaningtyas. (ndr/nrl)











































