Keluarga dari lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu I, yang hilang kontak di Selat Sunda, menggelar aksi tabur bunga setelah operasi pencarian SAR gabungan resmi berakhir. Tabur bunga dilakukan di titik koordinat dugaan hilangnya speedboat tersebut.
KN SAR Tetuka bertolak dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan, Kota Cilegon, membawa keluarga korban serta sejumlah rekan media yang ingin memberikan penghormatan dan doa di lokasi kejadian.
"Setibanya di sekitar titik koordinat yang menjadi lokasi dugaan hilangnya kontak speedboat KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda, istri dan anak Yudhistiro melakukan tabur bunga ke laut," kata Kapten KN SAR Tetuka Septa Arif Rohadi, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen tabur bunga diwarnai isak tangis keluarga. Aksi tabur bunga ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa agar proses pencarian seluruh korban diberikan kelancaran dan hasil terbaik.
"Perjalanan bersama KN SAR Tetuka juga menjadi kesempatan bagi rekan-rekan media untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban, sekaligus menyaksikan secara langsung upaya pencarian yang terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan di wilayah perairan Selat Sunda," ujarnya.
Basarnas Banten menyebut kendati operasi gabungan telah resmi berakhir, tim SAR tetap bersiaga penuh apabila terdapat tanda atau informasi baru mengenai delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda tersebut.
"Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur SAR, baik melalui penyisiran laut maupun dukungan sarana udara dan pemantauan di sejumlah sektor pencarian," katanya.










































