"Awalnya mungkin tak bisa melihat banyak meteor. Namun sabar saja," ujar astronom NASA Bill Cooke seperti dilansir dari SPACE.com, Jumat (14/12/2007).
Hujan meteor ini di Amerika Serikat, tampak Kamis 13 Desember 2007 malam hingga subuh keesokan harinya. Meteor akan tampak di langit horizon timur pada Kamis malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cooke menjelaskan hujan meteor dapat lebih terlihat jelas di daerah pedesaan. Warga desa bisa melihat 120 tembakan per jam saat puncak. Di kota, gemerlap lampu-lampu gedung akan menenggelamkan cahaya meteor yang indah.
Di Indonesia
Bagaimana dengan di Indonesia? Muthoha dari Jogja Astro Club mengatakan hujan meteor bisa dilihat dengan mata telanjang mulai Kamis 13 Desember 2007 pukul 21.00 WIB.
"Hujan meteor akan bisa dinikmati di tempat-tempat yang gelap, jauh dari polusi cahaya. Kalau mau dilihat di Jakarta agak susah karena banyak lampu," kata dia.
Sementara peneliti utama astronomi astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, hujan meteor yang cukup jelas ini akan terganggu jika cuaca mendung dan tidak cerah.
"Mendung atau awan tipis saja bisa mengganggu," kata dia.
Thomas juga mengatakan hujan meteor itu akan lebih jelas terlihat di belahan bumi bagian utara. Sebab, bergeseknya debu dan gas di atmosfer bumi terjadi di deklinasi 33 derajat sehingga lebih dekat dengan bumi bagian utara.
Thomas mengatakan puncak hujan meteor ini Jumat 14 Desember 2007.
Pantauan detikcom, Jumat pukul 02.30 WIB di langit Jakarta Selatan tak tampak sekalipun bintang di langit. Langit yang baru menurunkan hujan berwarna merah mendung. Make a wish dalam hati pun urung dilontarkan.
Bagaimana dengan Anda? Beruntungkah menyaksikan hujan meteor Geminid? Silakan berkisah di 'Beri Komentar' di bawah berita ini.
(nwk/ndr)











































