Isu Staf Mundur, Internal KPK Tak Percaya Pimpinan Barunya

Isu Staf Mundur, Internal KPK Tak Percaya Pimpinan Barunya

- detikNews
Jumat, 14 Des 2007 06:32 WIB
Jakarta - Isu mundurnya beberapa staf dan deputi KPK yang akan mundur menunjukkan ada resistensi internal di lembaga itu. Resistensi itu dinilai muncul berkaitan dengan terpilihnya ketua KPK yang baru, Antasari Azhar.

Hal tersebut disampaikan anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo ketika dihubungi detikcom, Kamis (13/12/2007).

"Ada satu orang KPK yang bilang ke saya kalau staf akan mundur. Itu cerminan ketidakpercayaan mereka terhadap pimpinan yang baru," ujar Topan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Topan menilai, staf yang akan mundur itu tidak bisa disalahkan. Para staf itu, imbuh dia, merasa akan mendapat tugas yang sarat muatan politik.

"Merasa nanti kasus yang ditanganinya penuh dengan pesanan partai politik, lebih baik mundur daripada nggak sesuai. Saya tidak dalam posisi menyetujui, tapi kalau saya yang jadi staf, saya mundur," kata dia.

Bisa saja, staf dan deputi itu lanjutnya, bertahan dan berusaha meng-counter usaha pimpinan KPK yang penuh dengan titipan itu.

"Namun itu sulit. Walaupun keputusan diambil secara kolektif, tetap saja ketua yang akan menentukan," kata dia.

Jika KPK ditinggalkan sebagian stafnya, maka bisa saja orang-orang bawaan pimpinan KPK yang akan menggantikan. Kinerja KPK akan menjadi tumpul dan dinilai tak layak.

"KPK bisa dibubarkan. Ini sesuai dengan keinginan dan skenario DPR, terutama dari PDIP dan Golkar. Lihat saja kasus yang ditangani KPK kebanyakan orang PDIP dan Golkar," ujarnya.

Ketua KPK terpilih Antasari Azhar dinilai kontroversial. Direktur Jampidum Kejagung itu mempunyai rekam jejak antara lain lambat dalam menangani berbagai kasus. Antara lain eksekusi terpidana kasus Tommy Soeharto, Anggota DPRD Sumatera Barat, dan pemeriksaan Bupati Kepulauan Riau Huzrin Hood.

Dia juga ditengarai, seperti dituliskan dalam Majalah Tempo, pernah menawarkan wartawannya sejumlah uang dollar AS, setelah wawancara pada masa mengikuti seleksi pimpinan KPK. Meski demikian Antasari membantah semua tudingan tersebut. (nwk/ndr)


Berita Terkait