Lagu Hijau Menggoyang Denpasar

Lagu Hijau Menggoyang Denpasar

- detikNews
Jumat, 14 Des 2007 00:28 WIB
Jakarta - Konser 'Save Our Planet' di Art Center Denpasar punya nuansa berbeda. Konser yang ditonton Presiden SBY ini mengusung lagu-lagu bertema lingkungan hidup. Belasan penyanyi dan band papan atas menggoyang sekitar 3 ribu penonton remaja yang hadir.

Acara yang digelar selama 2 jam sejak pukul 19.30 Wita ini, dimeriahkan antara lain oleh Slank, Kerispatih, AB Three, Elfas Singer, Titik Puspa, dan Tasya.

SBY yang didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, dan Mendbudpar Jero Wacik pertama-tama disuguhi lagu 'Save Our Planet' oleh Elfas Singer, yang merupakan ciptaan SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemusik sufi Debu bahkan mampu mengajak penonton bertepuk tangan mengiringi lagu mereka yang berjudul 'Amanat'. Penampilan lalu berlanjut dengan Tasya, AB Three, dan Andien bernyanyi berurutan memeriahkan suasana.

Tak ketinggalan penyanyi senior Titik Puspa menyanyikan lagu asal Jawa Bara 'Bubuy Bulan' yang digubah berirama komedi. Penonton dan SBY pun tergelak-gelak dibuatnya.

Ully Sigar Rusadi dan Paramitha Rusadi dan band mereka tampil mengejutkan dengan cita rasa musik etnik yang kental. Agak sulit dicerna pada awalnya, namun semua penonton menjadi ikut bergoyang dan bertepuk tangan.

Tidak hanya lagu, Wanda Hamidah dan Ratih Sanggarwati tampil membaca puisi. Apalagi Wanda membaca puisi untuk mengkritik tragedi lumpur Lapind. Menko Kesra Aburizal Bakrie pun sampai sempat mengelap wajahnya dengan sapu tangan, saat Wanda mengatakan bahwa puisi ini untuk korban Lapindo.

Baim, Nugie, dan Pongki Jikustik tampil bareng dengan gitar akuistik dan membawakan lagu 'Dunia Berbagilah'. Para wakil united voice ini tampak sukses menggoyang para remaja. Para anak muda yang tampak sempat bosan saat mendengar lagu Ebiet G Ade.

Namun begitu tampil 2 pengisi acara terakhir, para remaja langsung bersorak-sorai.Β  Kerisputih muncul di atas panggung dengan lagu 'Kawan' yang tak lain dan tak bukan adalah karya SBY. Selepas itu lalu menyusul Slank yang memanaskan panggung dengan lagu mereka tentang pencemaran lingkungan dengan judul 'Enggak Perawan' dan derita suku Asmat yang berjudul 'Lembah Baliem'.
(fay/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads