BNPB Ungkap Update Penanganan Karhutla di 6 Provinsi, Terluas di Riau

BNPB Ungkap Update Penanganan Karhutla di 6 Provinsi, Terluas di Riau

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 17 Sep 2026 20:31 WIB
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (dok. Youtube BNPB)
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (dok. Youtube BNPB)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 6 provinsi. Wilayah terluas yang terbakar tercatat berada di Provinsi Riau.

Perkembangan disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Ia melaporkan berbagai upaya terus dilakukan oleh pihak terkait dalam memadamkan karhutla.

"Untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, upaya pengendalian terus dilakukan melalui pemadaman darat, patroli, pemantauan titik panas, serta operasi udara," kata Berton dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Provinsi Riau, Berton menyampaikan, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 16 September 2026 tercatat sekitar 20.015,35 hektare. Dia menyebut ada tambahan luas lahan yang terbakar di provinsi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Dengan tambahan sekitar 19,3 hektare pada periode pemantauan," imbuhnya.

Kemudian, di Provinsi Jambi, kata Berton, karhutla telah terjadi di sembilan kabupaten dan dua kota. "Luas lahan terbakar sekitar 3.048,68 hektare," lanjut dia.

Berton juga menyampaikan kondisi karhutla di Kalimantan Tengah. Ada 6.435 titik panas yang terdiri atas 182 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, 6.217 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan 36 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

"Luas indikatif lahan terbakar diperkirakan sekitar 16.010,1 hektare," tutur dia.

Selanjutnya, Berton juga menyampaikan perkembangan karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan. Dia menyebut penanganan dilakukan dengan dukungan patroli udara dan operasi water bombing.

"Hingga 15 September 2026, sebanyak 43 kali operasi water bombing telah dilakukan dengan total air yang dijatuhkan sekitar 172 ribu liter," tuturnya.

Terakhir, Berton membeberkan luas lahan terbakar di wilayah Kalimantan Barat mencapai 122,9 hektare. Total 65,6 hektare telah bisa dipadamkan.

"Masih terdapat sekitar 57,3 hektare yang dalam penanganan. Pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah juga terus dilakukan seiring menurunnya jarak pandang dan meningkatnya konsentrasi partikulat udara," sebut dia.

Lihat juga Video Prabowo Bakal Kasih Jabatan Ini Berkat Penanganan Karhutla

Halaman 2 dari 2
(maa/eva)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini