Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Kairatu, Iptu Andre Anas, kepada detikcom, Kamis malam (13/12/2007). Andre menuturkan peristiwa ini bermula saat korban diminta oleh pelaku yang berinisial AK (34), untuk menjaga dan memelihara perkebunan cengkih miliknya. Dan nantinya bila panen datang hasilnya akan dibagi dua.
Namun ketika masa panen tiba, AK tidak memenuhi janjinya. Dan ternyata selain korban, AK juga menyuruh warga lainnya untuk ikut memanen hasil panen cengkih tersebut. Melihat kondisi ini, korban pun kecewa dan melontarkan kata-kata kasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat perusakan terjadi, AK tengah mandi di sungai, yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Usai mandi, korban yakni Abner Kainama dan pelaku, AK, saling berpapasan di di jalan. Dan saat itulah, korban langsung menghajar AK dengan batu. Pelipis kiri AK pun robek.
Pertengkaran tak terhindarkan. Melihat korban membawa sebatang kayu, AK langsung sembunyi di rumah tetangganya. Di rumah itulah AK melihat sebuah tombak berukuran 2 meter tergeletak dilantai. Dia kemudian mengambilnya sambil berjaga-jaga.
Dan saat Abner dengan nekat masuk ke rumah itu, AK langsung bertindak. Sebuah tusukan menghantam tepat di jantung kiri korban, Abner Kainama. Dan akibat kehabisan darah, Abner tewas sektika.
Atas kejadian ini, polisi kemudian melakukan penyelidikan. "Sementara pelaku sudah kami
amankan di Mapolsek Kairatu sambil dimintai keterangannya," ujar Iptu Andre. (han/ndr)










































