Kesaksian Penumpang saat HP Berasap di KRL Rawa Buntu: Chaos!

Kesaksian Penumpang saat HP Berasap di KRL Rawa Buntu: Chaos!

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 17 Sep 2026 15:17 WIB
Kesaksian Penumpang saat HP Berasap di KRL Rawa Buntu: Chaos!
Foto: Asap muncul di salah satu gerbong KRL di Stasiun Rawa Buntu (tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Penumpang KRL Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang menceritakan detik-detik munculnya asap dari salah satu gerbong perempuan yang ternyata berasal dari HP yang terbakar. Penumpang bernama Eka Rizky Nuraeni menyebut dalam kondisi itu banyak yang teriak hingga berlarian menghindari asap.

"Saya turun di Stasiun Rawa Buntu dari pintu gerbong paling depan, gerbong perempuan. Biasanya setelah turun saya langsung tap out, tapi tadi saya sempat berhenti sebentar di peron untuk beresin barang. Pas lagi beresin barang, tiba-tiba saya dengar ada yang teriak. Awalnya saya pikir teriakan biasa karena kondisi stasiun memang ramai," kata Eka dihubungi, Kamis (17/9/2026).

Ia menyebut teriakan itu datang dari gerbong perempuan paling ujung. Ia melihat dari gerbong yang sempat ditempatinya banyak penumpang berlarian hingga teriak kebakaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata setelah saya lihat, yang teriak berasal dari pintu bagian belakang gerbong perempuan pertama, yang gerbongnya sama dengan saya. Setelah itu penumpang dari dalam gerbong langsung banyak yang keluar dan ada yang teriak kebakaran," ujar dia.

Ia menyebut asap mengepul di Stasiun Rawa Buntu akibat insiden terbakarnya HP tersebut. Eka mengatakan tak sedikit pengguna KRL yang langsung tap out meninggalkan stasiun.

ADVERTISEMENT

"Yang saya lihat memang ada asap yang keluar dari pintu gerbong dan penumpang langsung panik, berlarian keluar. Bahkan ada beberapa orang yang awalnya mau naik kereta justru ikut keluar sampai ada yang langsung tap out meninggalkan stasiun," ujar Eka.

"Saya juga sempat melihat security dan petugas housekeeping bergerak cepat ke arah ruangan tiket. Saya kurang tahu apakah mereka mengambil APAR atau perlengkapan lain karena setelah itu saya sudah tidak memperhatikan lagi dan langsung tap out," ungkapnya.

Ia mengaku kaget dengan kejadian di Stasiun Rawa Buntu tadi pagi. Eka mengatakan selama tujuh tahun menggunakan KRL, baru menemui insiden tersebut.

"7 tahun pakai KRL, baru banget sih nemu kejadian kayak barusan," ucapnya.

Penumpang lain, Vingky, mengatakan keadaan saat tas salah satu penumpang terbakar sempat membuat panik. Ia mengatakan kereta sempat tertahan lantaran penumpang berbondong-bondong keluar.

"Kereta datang sekitar jam 6.50 WIB, setelah pintu kereta ditutup tiba-tiba di deket bangku prioritas ada mba-mba teriak 'Ada asap', akhirnya semua pada teriak dan gedor-gedor pintu kereta, akhirnya kereta tertahan tidak diberangkatkan dan pintu terbuka tapi tidak semua," ujar Vingky.

Ia mengatakan akibat kejadian itu banyak penumpang yang saling dorong di Stasiun Rawa Buntu. Vingky menyebut sejumlah barang dari mulai HP sampai sandal berjatuhan ke peron kereta.

"Akhirnya berdesakan dan saling dorong-dorong. Di ujung pintu karena banyak sekali orang akhirnya banyak yang terjatuh sampai banyak juga HP, sandal dan barang-barang lain banyak yang terjatuh di bawah peron kereta. Keadaan chaos banget karena saling dorong-dorong. Sekitar 15 menitan sudah kondusif dan kereta diberangkatkan," katanya.

Asap dari HP Penumpang yang Terbakar

erjalanan kereta rel listrik (KRL) rute Rangkasbitung-Tanah Abang (Green Line) sempat terganggu karena kemunculan asap. KAI Commuter Indonesia (KCI) menyatakan asap itu muncul dari handphone (HP) milik penumpang.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan petugas keamanan yang sedang berdinas di peron melihat adanya tas penumpang yang mengeluarkan asap. Pengguna tersebut kemudian melemparkan tas tersebut ke area peron.

Setelah diamankan petugas, ditemukan dua unit handphone dalam kondisi terbakar di dalam tas milik pengguna Commuter Line tersebut.

"Petugas segera membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap. Petugas juga memberikan imbauan kepada penumpang agar tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta," ujar Leza dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Petugas selanjutnya melakukan koordinasi dengan Kepala Stasiun untuk meminta keterangan dari penumpang yang tasnya teridentifikasi mengeluarkan asap dari HP-nya itu. Berdasarkan keterangan yang didapat bahwa salah satu perangkat ponselnya sedang digunakan sebagai hotspot, sementara kedua perangkat berada di dalam tas. KAI Commuter masih melakukan penanganan dan koordinasi terkait kejadian tersebut.

Tonton juga video "Kepanikan Penumpang KRL Green Line gegara Muncul Asap dari HP"

(dwr/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini