"Kalau busway ya dengan separator, di mana pun di dunia. Tetapi pada titik tertentu, misalnya yang mixed traffic, bisa saja tidak dipasang separator," kata Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Nurachman di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2007).
"Tetapi yang busway dibongkar separatornya, ya bukan busway lagi namanya," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berjanji akan memperbaikinya.
"Yang mengganggu dan mengakibatkan sumber penyakit ya kita perbaiki," kata Fauzi.
Jala Jaya
Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Nurachman juga menilai Jala Jaya secara prinsip mengatasi lalu lintas yang macet.
"Dengan Jala Jaya lalu lintas menjadi bangus, tetapi apakah itu tidak macet, macet tetap karena penyakit macetnya belum terobati," kata Nurachman.
Menurut dia, kemacetan di Jakarta pasti tetap ada karena penyakit utamanya jumlah kendaraan bermotor yang tidak seimbang dengan jalan. Kemacetan itu pada titik-titik tertentu. (aan/sss)










































