Dishub: Kalau Separator Berbaut Dibongkar, Bukan Busway Namanya

Dishub: Kalau Separator Berbaut Dibongkar, Bukan Busway Namanya

- detikNews
Kamis, 13 Des 2007 16:44 WIB
Jakarta - Separator busway berbaut makan korban. Tetapi di negara mana pun di dunia, busway selalu lengkap dengan separator.

"Kalau busway ya dengan separator, di mana pun di dunia. Tetapi pada titik tertentu, misalnya yang mixed traffic, bisa saja tidak dipasang separator," kata Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Nurachman di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2007).

"Tetapi yang busway dibongkar separatornya, ya bukan busway lagi namanya," lanjut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurachman menolak berkomentar perlu tidaknya separator dibongkar. "Itu bukan kewenangan saya, itu kewenangan PU. Tetapi PU pastinya sudah melihat ketentuan dan syaratnya dan itu sesuai standar," sahut Nurachman.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berjanji akan memperbaikinya.

"Yang mengganggu dan mengakibatkan sumber penyakit ya kita perbaiki," kata Fauzi.

Jala Jaya


Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Nurachman juga menilai Jala Jaya secara prinsip mengatasi lalu lintas yang macet.

"Dengan Jala Jaya lalu lintas menjadi bangus, tetapi apakah itu tidak macet, macet tetap karena penyakit macetnya belum terobati," kata Nurachman.

Menurut dia, kemacetan di Jakarta pasti tetap ada karena penyakit utamanya jumlah kendaraan bermotor yang tidak seimbang dengan jalan. Kemacetan itu pada titik-titik tertentu. (aan/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini