Airlangga Buka Peluang Investasi Kanada Lewat Implementasi ICA-CEPA

Airlangga Buka Peluang Investasi Kanada Lewat Implementasi ICA-CEPA

Angelina Vioni - detikNews
Kamis, 17 Sep 2026 10:52 WIB
Airlangga Buka Peluang Investasi Kanada Lewat Implementasi ICA-CEPA
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi Canada-ASEAN Business Council (CABC) sebagai jembatan dalam membangun hubungan bisnis yang lebih kuat antara perusahaan-perusahaan Kanada dan negara-negara ASEAN. Hal itu disampaikan dalam Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue di sela-sela Canada Investment Summit di Toronto, Kanada, Senin (14/9).

Acara Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue merupakan forum dialog yang bertujuan memperkuat hubungan antara pelaku usaha, investor, dan Pemerintah dari kawasan ASEAN dan Kanada.

"Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Airlangga, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga kemudian mengajak CABC memanfaatkan momentum menuju implementasi ICA-CEPA. Perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua Menteri Perdagangan dan disaksikan oleh kedua Kepala Negara di Ottawa pada 2025.

ICA-CEPA menjadi perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN, sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara.

ADVERTISEMENT

"ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," tegas Airlangga.

Melalui perjanjian tersebut, Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif lebih dari 90% dari pos tarif produk Indonesia. Sementara itu, Indonesia akan melakukan hal serupa terhadap hampir 86% pos tarif produk Kanada.

Kerja sama ini juga membuka peluang di sejumlah sektor yang dinilai saling melengkapi, seperti hilirisasi mineral kritis, termasuk nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, agri-pangan, perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.

Airlangga mengundang para investor dan pelaku usaha untuk menjajaki lebih jauh sektor-sektor tersebut, seraya menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tengah aktif membangun kerangka kerja untuk mendukungnya.

Saat ini, ICA-CEPA telah selesai diratifikasi oleh kedua negara dan tengah memasuki pembahasan pengaturan teknis lebih lanjut, termasuk terkait rules of origin.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa dialog bersama pelaku usaha seperti ini menjadi krusial karena mereka yang akan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan manfaat ICA-CEPA secara konkret begitu perjanjian ini berlaku efektif, sehingga kesiapan dunia usaha perlu dibangun sejak dini.

"Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan juga berharap bahwa masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret," ucap Airlangga.

Pada rangkaian acara tersebut, Airlangga juga turut menyampaikan sambutan pada CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada, The Honourable Mélanie Joly, untuk mengajak lebih banyak investasi dari Kanada masuk ke Indonesia pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, dan AI.

Airlangga juga melakukan pertemuan dengan CEO AtkinsRealis, Ian L. Edwards, untuk membahas perkembangan kerja sama energi tenaga nuklir, serta dengan CEO Sun Life, Kevin D. Strain, untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Kanada di sektor keuangan.

Forum ini turut dihadiri oleh Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam Dato Dr. Amin Liew Abdullah, Presiden Canada-ASEAN Business Council (CABC) Wayne Farmer, serta para pemimpin bisnis dan investasi dari kawasan ASEAN dan Kanada.

Selain itu, dari Delegasi Indonesia yang turut mendampingi Airlangga, yaitu antara lain Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta Konsul Jenderal RI di Toronto Vevie Damayanti.

Tonton juga video "Hadapi El Nino, Bantuan Beras 30 Kg Dilanjutkan hingga Desember"

(ega/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini