Hari ini menjadi hari ke-10 atau hari terakhir pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Jika hari ini tidak ditemukan petunjuk, apakah operasi akan diperpanjang?
"Sesuai dengan aturan kami, kita perpanjang tiga hari. Ya, sesuai aturan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyatakan apabila tidak terlihat tanda-tanda korban ditemukan, kita akan lakukan pemantauan," ujar Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, Kamis (17/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Amrad, sewaktu-waktu ada petunjuk keberadaan delapan orang tersebut, operasi pencarian akan kembali dibuka.
"Apabila itu ada tanda-tanda korban ditemukan, kami akan buka kembali operasionalnya," ujarnya.
Diketahui, lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat ke sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Rombongan tersebut dinyatakan hilang dan proses pencarian oleh Tim SAR dilakukan pada Selasa (8/9).
Lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas/freelance).
Selain itu, tiga kru kapal yang hilang adalah Warta/Surahman (kapten kapal), Sukarman (anak buah kapal/ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Sebelumnya, pada hari ke-9, Rabu (16/9), Tim SAR gabungan mengerahkan 22 kapal untuk operasi pencarian. Mereka menyisir wilayah Selat Sunda sejauh 3.439 nautical mile (NM) persegi dengan 8 sektor.
Hasil pencarian waktu itu nihil. Selain itu, Tim SAR juga berkoordinasi dengan Kantor Basarnas Bengkulu untuk proses pencarian.
"Untuk hari ini juga kita melibatkan pencarian dari rekan-rekan kita di Kantor SAR Bengkulu melakukan penyisiran di Pulau Enggano dan pesisir pantai di Bengkulu, itu juga menyatakan hasil nihil," ujar Al Amrad.
Simak juga Video 'Keluarga Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Ikut Melakukan Pencarian':
(aik/lir)









































