Survei itu dilakukan pada 26 November-7 Desember 2007 terhadap 1.200 responden di 33 provinsi.
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2007), mengatakan, survei juga menunjukkan ada 41,1 persen responden yang mengaku tidak puas, dan 4,3 persen tidak memberikan jawaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terhadap menteri-menteri SBY dan pejabat tinggi negara, ada tiga orang yang kinerjanya dianggap memuaskan, yakni Menkes Siti Fadilah Supari (59,7 persen), Kapolri Jenderal Pol Sutanto (56,6 persen), dan Mendiknas Bambang Sudibyo (53,1 persen).
Sedangkan tiga menteri yang kinerjanya dianggap tidak memuaskan dan menduduki posisi tiga terendah adalah Menneg Perumahan Rakyat M Yusuf Asyari (38,2 persen), Menhut MS Kaban (28,7 persen), dan Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy (31,2 persen).
Masih Jadi Favorit
Walaupun kinerja SBY masih dinilai rendah, kata Qodari, jika diadakan pemilihan Presiden hari ini, SBY masih menempati posisi pertama.
"Nama SBY ternyata masih favorit, belum ada calon kuat yang dianggap mampu menggantikan sosok SBY," katanya.
Saat survei dilakukan, Indo Barometer mengajukan 8 nama, yakni SBY, Megawati, Wiranto, Sri Sultan Hemengkubowono, Gus Dur, Jusuf Kalla, Sutiyoso, dan Amien Rais.
Sebanyak 38,1 persen responden ternyata memilih SBY. Disusul kemudian Megawati (27,4 persen), Sri Sultan Hamengkubuwono (6,3 persen), Amien Rais (5,4 persen), Wiranto (4,8 persen), Gus Dur (4,8 persen), Kalla (3,8 persen), dan Sutiyoso (0,7 persen).
"Pilihan terhadap SBY sampai hari ini masih tinggi karena belum ada figur yang mampu menggantikan SBY. Saingan SBY masih datang dari Megawati. Sedangkan untuk Kalla sendiri kuat untuk posisi wapres, tidak untuk posisi presiden," tuturnya.
Dari survei calon wapres, sebanyak 21,7 persen memilih Kalla. Disusul kemudian Sri Sultan Hamengkubuwono (14,7 persen), Wiranto (6,8 persen), Yusril Ihza Mahendra (4,2 persen), Hidayat Nurwahid (3,8 persen), Megawati (3,6 persen), Hasyim Muzadi (3,5 persen) dan Amin Rais (3,2 persen).
(umi/nrl)











































