Hakim Pergi Haji, Nasib Gugatan Tampol Masih Terkatung-katung

Hakim Pergi Haji, Nasib Gugatan Tampol Masih Terkatung-katung

- detikNews
Kamis, 13 Des 2007 14:54 WIB
Jakarta - Lagi-lagi gugatan atas tarif jalan tol yang diajukan Advokasi Masyarakat Pengguna Jalan Tol (Tampol) batal dibacakan. Sebab ketua majelis hakim Moefri masih berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diminta untuk menunjuk ketua majelis hakim baru. Namun hakim baru tak juga ditunjuk.

"Sidang akan dibuka kembali pada 3 Januari, dengan asumsi ketua majelis hakim sudah kembali lagi," ujar Hermawanto dari LBH Jakarta usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Kamis (13/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal penunjukkan ketua majelis hakim baru, ada perbedaan pendapat antara penggugat dan tergugat. Sebab tergugat, yakni dari pemerintah, tidak menginginkan adanya perubahan majelis.

Rencananya, Moefri baru tiba kembali di Tanah Air pada awal Januari 2008. Selama Moefri tidak ada di tempat, sidang tarif tol dibuka oleh anggota majelis Edward Pattinasarani. Namun tetap saja, gugatan belum pernah dibacakan setelah mediasi gagal.

Dalam gugatannya, Tampol menggugat Presiden, Wakil Presiden, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Jasa Marga dan PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta.

Penggugat menuntut agar pemerintah mencabut Kepmen Nomor 370/KPS/M/2007 yang mulai diberlakukan 4 September 2007 tentang kenaikan tarif tol.

tuntutan yang lain adalah pencabutan Surat Keputusan Nomor 365/KPTS/M/2007 tertanggal 28 Agustus 2007 tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, penambahan gerbang Tol Cikunir pada jalan tol Jakarta-Cikampek dan penetapan golongan jenis kendaraan bermotor serta besarnya tarif tol JORR.

Para tegugat dan turut tergugat juga diminta membayar uang paksa sebesar Rp 1 miliar per hari dihitung sejak mereka lalai melaksanakan putusan.
(nvt/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads