Sebetulnya, kedua kucing yang lahir pada Januari dan Februari 2007 lalu itu bukanlah si meong biasa. Mereka merupakan hasil kloningan para peneliti di Korea Selatan seperti dilansir dari AFP, Kamis (13/12/2007).
"Ini baru pertama kali di dunia. Kucing dengan gen RFP dapat dikloning," ucap ahli kloning dari Gyeongsang National University, Kong Il-keun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, kucing yang dikloning berjumlah 3 ekor. Namun ketika proses pertumbuhan, salah satu kucing mati. Tersisalah 2 kucing jenis Angora Turki yang tumbuh dewasa dengan normal. Berat mereka masing-masing 3 kg dan 3,5 kg.
Kloning yang dilakukan Kong Il-keun ini menghasilkan temuan adanya 250 jenis penyakit genetik pada kucing yang bisa mempengaruhi manusia. Diyakini kloning semacam ini dapat membantu pengembangan obat-obatan untuk penyakit genetik pada tubuh manusia.
Bisa jadi suatu saat nanti manusia bisa berpendar saat dalam kegelapan. Hiii... (ted/sss)











































