"Pemerintah saat ini menjadi komprador yang sangat setia sekali terhadap dunia internasional seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia," kata Amien.
Hal tersebut dia sampaikan dalam diskusi terbatas bertema 'Menggagas Indonesia bermartabat' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl Thamrin, Jakarta, Kamis (13/12/2007).
Akibatnya, lanjut Amien, rakyatlah yang menjadi korban. Kemiskinan semakin merajelela di Indonesia.
"Anehnya di saat rakyat kita makin miskin tapi pemerintah enak-enakan main gitar, nyanyi-nyanyi, main sinetron," ujarnya.
Menurut Amien, bangsa saat ini tetap menampakkan ketidakberdayaan dan selalu bergantung terhadap dunia internasional seperti budak.
"Budak adalah orang yang selalu menunggu orang lain untuk menjadi merdeka. Ini adalah cara berpikir yang tak masuk akal," imbuhnya.
Amien menambahkan, martabat bangsa kita di mata internasional juga semakin terpuruk dengan akan segera diratifikasinya perjanjian kerja sama pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA).
"DCA yang menghina kita di mata dunia saat ini tinggal diratifikasi. Mudah-mudahan DPR tidak cukup gendeng meratifikasinya," imbuhnya. (ziz/nrl)











































