WN China yang Buru dan Santap Penyu di Raja Ampat Pelatih Diving

WN China yang Buru dan Santap Penyu di Raja Ampat Pelatih Diving

Sahrul Alim - detikNews
Rabu, 16 Sep 2026 16:25 WIB
Momen WNA asal China diduga membunuh penyu di Perairan Raja Ampat. Dokumen Istimewa
Momen WNA asal China diduga membunuh penyu di perairan Raja Ampat. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Warga negara asing (WNA) asal China bernama Wei Shang ditangkap karena diduga memburu dan menyantap satwa dilindungi berupa penyu di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Wei merupakan seorang pelatih atau trainer diving.

"Sekarang statusnya dia trainer diving dan tukang perbaiki atap. Guru itu maksudnya trainer diving, dan dia tuh bekerja untuk memperbaiki atap-atap rumah di Australia," ujar Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Kabid Inteldakim) Makassar Erwin Hendrawinata, dilansir detikSulsel, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin menyebut Wei datang ke Indonesia dengan visa wisata untuk 30 hari. Wei disebut baru 5 hari berada di Indonesia sebelum akhirnya ditangkap.

"Itu dia pakai visa on arrival (VOA) untuk wisata 30 hari dan dapat diperpanjang 30 hari. Dia sudah 5 hari di sana informasinya sih," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Erwin mengungkapkan Wei saat ini telah dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Papua Barat Daya. Wei akan menjalani pemeriksaan dugaan pidana maupun pelanggaran administrasi keimigrasian.

"Sudah dikawal dan diserahkan ke Kantor Imigrasi Sorong. Kalau terbukti bersalah kan dia pasti dipidana dan nanti biasanya kalau dipidana, menyesuaikan, nanti dideportasi dan di-blacklist, biasanya seperti itu," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Wei Shang menuai sorotan usai memburu dan menyantap penyu di Raja Ampat. Dia pun diamankan petugas Imigrasi saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (14/9).

Baca selengkapnya di sini

Tonton juga video "Detik-detik Evakuasi Pendaki China yang Terpeleset & Pingsan di Rinjani"

(idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini