"Di Jakarta pada 23 hingga 24 Desember nanti akan terjadi banjir, dan ini merupakan banji dalam siklus 18,5 tahunan," kata peneliti dari lembaga riset Delft Hydraulics dari Belanda, Jan Jaap Brinkman.
Hal itu disampaikan Brinkman dalam jumpa pers di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat itu, Jakarta tergenang air antara 40 cm sampai 60 cm. Banjir yang akan terjadi nanti tidak akan jauh berbeda dengan banjir yang terjadi pada 1989 itu," urai pria berambut pirang itu.
Dia meminta warga DKI waspada jika hujan turun pada 23-24 Desember mendatang. Umat Kristiani yang hendak merayakan Natal bisa terancam oleh 2 banjir sekaligus. Yaitu banjir karena kenaikan air laut dan banjir karena hujan.
Selain pada 23-24 Desember, banjir akibat air laut pasang juga diprediksi melanda Jakarta pada 4 Juni 2008. Menurut Brinkman, banyak orang mengira banjir air pasang itu hanya disebabkan oleh perubahan iklim.
"Itu tidak sepenuhnya salah. Tapi sebenarnya itu adalah banjir karena siklus yang terjadi secara berkala. Banjir serupa akan terjadi pada 2025 nanti," ujarnya.Β
(fiq/sss)











































