Prabowo: Saya dan Pramono dari Partai yang Bersaing tapi Bisa Kerja Sama

Prabowo: Saya dan Pramono dari Partai yang Bersaing tapi Bisa Kerja Sama

Firda Cynthia Anggrainy, Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Rabu, 16 Sep 2026 14:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Dok. Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai demokrasi di Indonesia. Prabowo menyinggung latar belakang politiknya yang berbeda partai dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tapi masih bisa bekerja sama secara profesional.

Hal itu disampaikan Prabowo saat peresmian proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Prabowo awalnya menyebut Jabodetabek sebagai kota metropolitan terbesar di dunia.

"Kita menyaksikan langkah penting dalam rencana pembangunan bangsa, transformasi bangsa bahwa Jakarta Raya, Jabodetabek, sebetulnya sekarang sudah menjadi metropolitan terbesar di dunia (dengan) 42 juta manusia," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan perlunya kesadaran untuk menempatkan kepentingan masyarakat dalam memimpin kota yang besar. Dia lalu mencontohkan dirinya dengan Pramono Anung, yang berbeda partai tapi masih bisa bekerja sama.

ADVERTISEMENT

"Contoh yang paling baik daripada bernegara secara Indonesia, saya Presiden Republik Indonesia memimpin pemerintah pusat, Saudara Pramono Anung Gubernur DKI memimpin pemerintah daerah Jakarta. Kita datang dari partai yang berbeda, kita bersaing, tapi bisa bekerja sama," tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, ia dan Pramono bisa saling menghormati dan tetap bekerja sama karena sadar jabatan yang sedang diembannya sebagai amanah dari rakyat. Dia menegaskan pejabat publik merupakan pelayan masyarakat.

"Kita bisa saling menghormati karena kita sadar, di dalam hati, sanubari kita, bahwa kita dipilih oleh rakyat," ujar Prabowo.

"Saya di sini sebagai Presiden, Saudara Pramono Anung sebagai Gubernur, Saudara Rano Karno sebagai Wakil Gubernur, kita pelayan rakyat, kita petugasnya rakyat," sambungnya.

Lebih lanjut, Prabowo meminta semua pejabat yang menerima mandat dari rakyat untuk tetap menjadikan rakyat sebagai prioritas kebijakan mereka. Prabowo mewanti-wanti pejabat yang sudah tidak sanggup dengan amanah tersebut untuk mundur.

"Kalau kita tidak kuat, kita tidak sanggup, ya kita harus kesatria, kita harus minggir. Selama kita mau menerima mandat ini, selama kita mau menerima kehormatan melayani rakyat Indonesia, selama itu kita harus bekerja hanya untuk kepentingan yang besar, kepentingan bangsa, kepentingan rakyat," pungkas Prabowo.

Tonton juga video "Prabowo Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Bareng Pramono"

(ygs/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini